Pemkot Surakarta Tunggu Restu Keluarga Terkait Pembuatan Patung Didi Kempot
- 22 Agt 2026 13:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta terus mematangkan rencana dan inisiasi pembuatan patung mengenang sang maestro campursari, Didi Kempot.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan karya almarhum, sekaligus menjadi ikon anyar pendongkrak sektor pariwisata Kota Bengawan.
Menurut Respati Ardi, pemikiran dan sosok sang maestro The Godfather of Broken Heart memiliki daya tarik luar biasa yang diyakini mampu menarik minat para wisatawan untuk datang ke Kota Surakarta.
"Ya pastinya demi menghormati beliau dan ini menjadi daya tarik harapan saya, untuk daya tarik wisatawan The Godfather of Broken Heart. Dari pimpinan KAI pun juga menyetujui lagunya akan diputar terus di Stasiun KAI, di Stasiun Balapan," kata Respati Ardi saat ditemui disela-sela kegiatannya pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Terkait progres dan skema pengerjaannya, Pemkot Surakarta menegaskan tidak akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap komunikasi dan mendengarkan masukan dari pihak ahli waris maupun keluarga almarhum.
Mengenai lokasi penempatan patung tersebut, Pemkot Surakarta masih merahasiakan opsi terbaiknya hingga mengantongi persetujuan resmi dari pihak keluarga.
"Kami tentunya menghormati dari pihak keluarga. Kami kemarin audiensi dengan ahli waris, dengan putranya. Kami menunggu konfirmasi dari keluarga apakah diperbolehkan atau tidak nantinya. Karena itu kami menghormati dari ahli waris, dari keluarga terlebih dahulu," katanya menambahkan.
Pemkot Surakarta berharap rencana penataan serta pembangunan monumen kenangan bagi Didi Kempot ini berjalan lancar sehingga spirit karya musik tradisional campursari terus hidup dan menjadi kebanggaan warga Surakarta.
Respati Ardi juga memastikan nantinya pembangunan patung maestro campursari Didi Kempot tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pembuatannya. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....