KAI Daop 6 Perkuat Budaya Keselamatan lewat Benchmarking
- 28 Agt 2026 18:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - PT KAI Daop 6 Yogyakarta memperkuat budaya keselamatan kerja dengan melakukan Benchmark Safety Experience ke PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kamis 27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 20 anggota tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) dari berbagai unit dan fungsi. Mereka terdiri atas perwakilan Quality Control, Kesehatan, Sarana, Jalan Rel dan Jembatan, Humas, Operasional, hingga Kepala Stasiun.
Benchmarking dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan keselamatan, kesiapsiagaan, serta fasilitas pendukung operasional kereta cepat yang diterapkan KCIC. Rombongan terlebih dahulu menggunakan layanan Whoosh menuju Tegal Luar sebelum melanjutkan kunjungan ke Depo Whoosh.
Di lokasi tersebut, tim K3L Daop 6 Yogyakarta mendapat penjelasan dari GM EMU Maintenance KCIC, Heri Yuliansyah, terkait penerapan K3L dan aspek keselamatan dalam aktivitas operasional kereta cepat.
Tim juga menggali pengalaman KCIC dalam menerapkan prosedur keselamatan, pengelolaan risiko, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta pemanfaatan fasilitas pendukung keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan benchmarking menjadi sarana untuk memperoleh perspektif baru dalam memperkuat penerapan keselamatan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan perjalanan kereta api,” ujar Feni.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari KCIC akan dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik operasional KAI Daop 6 Yogyakarta.
“Kami berharap berbagai hal positif yang kami dapatkan dari kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi KAI Daop 6 Yogyakarta,” ucapnya.
Feni mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antaroperator perkeretaapian. Dengan demikian, benchmarking tidak sekadar menjadi kunjungan, tetapi dapat menghasilkan masukan untuk pengembangan sistem keselamatan di lingkungan kerja.
Ia menambahkan, penguatan budaya keselamatan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap prosedur. Kesadaran dan kepedulian setiap insan KAI juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman,” katanya.
KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen menjadikan keselamatan sebagai budaya dan tanggung jawab bersama untuk mendukung operasional kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal serta memberikan pelayanan transportasi yang terpercaya bagi masyarakat. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....