Pastikan Standar Keterampilan Selaras, FKG UMS Gelar Workshop Skills Labs
- 27 Agt 2026 22:41 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Workshop Persamaan Persepsi dan Penilaian bagi mahasiswa jenjang sarjana pada 26-29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi upaya menyamakan standar pembelajaran dan penilaian keterampilan mahasiswa, khususnya dalam pelaksanaan skills lab.
Kepala Laboratorium Dental Skill FKG UMS, drg. Nur Ariska Nugrahani, M.Imun., menjelaskan bahwa workshop tersebut berfokus pada penyamaan persepsi para dosen dalam memberikan pembelajaran dan penilaian keterampilan mahasiswa agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Workshop persamaan persepsi itu pada dasarnya di FKG itu kan ada skills lab. Jadi, untuk kemampuan skill atau keterampilan dari setiap mahasiswa, untuk memenuhi standar-standar SKDGI yang telah distandarkan, itu harus disamakan persepsi oleh semua dokter gigi, oleh dosen-dosennya,” jelasnya, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurutnya, penyamaan persepsi diperlukan agar mahasiswa memperoleh standar keterampilan yang sama selama menempuh pendidikan sarjana. Hal tersebut juga penting untuk membedakan standar pembelajaran dengan berbagai teknik atau pengalaman praktis yang nantinya dapat diperoleh mahasiswa ketika memasuki jenjang profesi.

“Karena kita sudah praktik, pasti kan kita punya trik-trik. Nah, itu tidak seharusnya disampaikan pada saat pembelajaran. Jadi harus sesuai standar dulu sehingga mahasiswa dapat standarnya dulu sebelum nanti ke koas untuk memperoleh trik-trik dan sebagainya itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, workshop tersebut diperuntukkan bagi pembelajaran mahasiswa jenjang sarjana karena standar keterampilan yang diperoleh pada tahap tersebut akan menjadi bekal ketika mahasiswa melanjutkan ke jenjang profesi.
Kegiatan tersebut turut melibatkan dosen yang mengajar pada jenjang sarjana maupun profesi. Keterlibatan berbagai dosen tersebut diperlukan karena pembelajaran skills lab dilaksanakan secara langsung dan membutuhkan keseragaman dalam proses pembelajaran maupun penilaian.
Pada awal kegiatan, drg. Nendika Dyah Ayu Murika Sari, MH., Sp.KGA., menyampaikan materi mengenai teknis penilaian. Selain itu, ia juga membahas evidence-based dentistry serta materi terkait jurnal dan penggunaan Mendeley sebagai bagian dari pembelajaran akademik mahasiswa.
Selanjutnya, materi ortodonsia disampaikan oleh drg. Ikmal Hafizi, MDSc., Sp.Ort. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga mengikuti praktik yang berkaitan dengan ortodonsia.

Materi berikutnya disampaikan oleh drg. Juwita Raditya Ningsih, M.Sc., Sp.KG. Ia membahas restorasi resin komposit yang dilanjutkan dengan praktik untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta.
Pada sesi terakhir, drg. Sri Oetam, Sp.Pros., menyampaikan materi mengenai Gigi Tiruan Lengkap (GTL). Materi tersebut juga disertai dengan praktik sehingga peserta dapat memahami tahapan dan penerapan prosedur secara langsung.
Lebih lanjut, Nur Ariska menjelaskan bahwa skills lab merupakan pembelajaran keterampilan yang dilakukan mahasiswa secara langsung di laboratorium fantom menggunakan dental simulator. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat mempraktikkan berbagai keterampilan kedokteran gigi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, workshop tidak hanya menyamakan persepsi mengenai hasil akhir praktik mahasiswa, tetapi juga mencakup teori dan proses pelaksanaannya. Ketiga aspek tersebut diharapkan berjalan selaras sehingga standar keterampilan yang diterima mahasiswa dapat terjaga.
“Prosesnya juga. Jadi mulai teori, terus kemudian proses, sama hasilnya. Jadi ketiganya harus linear, garis lurus,” pungkasnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....