Wabup Wonogiri Apresiasi Bantuan 10 RSLH Bergaransi dari PT Djarum
- 27 Agt 2026 17:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengapresiasi dukungan PT Djarum dalam membantu penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di wilayahnya. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di tengah besarnya jumlah hunian yang masih membutuhkan perbaikan.
Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengungkapkan, berdasarkan data verifikasi dan validasi, Kabupaten Wonogiri masih memiliki tantangan besar dengan sisa belasan ribu unit rumah yang belum memenuhi standar layak huni.
"Semenjak kami menjabat bersama Bapak Bupati pada awal 2025, terdapat 12.776 unit rumah yang membutuhkan perhatian bersama. Tahun lalu berhasil direhab 1.492 unit, yang artinya tahun 2026 ini kita masih punya PR bersama sebanyak 11.284 unit rumah yang perlu perbaikan," kata Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026.
Imron menjelaskan, pada tahun 2026 Pemkab Wonogiri menargetkan perbaikan 625 unit rumah melalui skema penganggaran daerah hingga dukungan aspirasi. Kehadiran program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) PT Djarum sebanyak 10 unit di Kecamatan Eromoko memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemkab Wonogiri berharap model intervensi total yang dihadirkan pihak swasta ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk saling bahu-membahu demi meningkatkan kesejahteraan warga pedesaan.
"Terima kasih kontribusi PT Djarum yang dikolaborasikan dengan Pemkab Wonogiri. Karena kalau bantuan RTLH biasa sekitar Rp20 juta itu sifatnya stimulan dan warga mesti mengeluarkan biaya lagi. Sedangkan dari PT Djarum ini nilainya Rp70 juta dan menjadi rumah yang sangat layak huni," ujar Wabub.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiarto, menyampaikan program penanganan hunian dari PT Djarum dilakukan menggunakan skema intervensi total. Perusahaan menggelontorkan anggaran penuh sekitar 70 juta per unit agar rumah siap dihuni tanpa membebani penerima manfaat.
"Di Djarum, kami percaya bahwa kesehatan dan kualitas hidup merupakan bagian penting. Oleh karena itu, secara konstruksi kami menekankan kepada vendor untuk memberikan jaminan paling tidak 10 sampai 15 tahun tidak akan ada masalah. Kita pakai pondasi beton, dinding hebel, dan atap baja ringan sesuai standar," katanya.
Budiarto menambahkan, program RSLH merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PT Djarum yang menargetkan pembangunan 500 unit rumah setiap tahunnya di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Selain memberikan bangunan fisik yang kokoh, PT Djarum juga menyertakan sanitasi modern berbasis bioseptik agar masyarakat dapat mengadopsi pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
"Tujuan kami adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kalau rumahnya sudah aman, nyaman, dan sehat, masyarakat yang menerima manfaat ini dapat hidup lebih produktif, terutama bagi tumbuh kembang anak-anak mereka," ujar Budiarto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....