Respati Ardi Kunjungi Korban Kebakaran Kos dan Lokasi Pengrajin Sofa

  • 25 Agt 2026 22:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pasca kejadian kebakaran bangunan kos dan lokasi usaha pengrajin sofa di Pajang, Laweyan, Kota Surakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026, Wali Kota Respati Ardi langsung mengunjungi korban yang alami luka bakar dari kejadian tersebut.

Kedua korban FH mengalami luka bakar sekitar 18-20 persen pada bagian kaki, tangan kiri, dan pipi kiri yang. Serta berinisial D yang mengalami luka bakar sekitar 15-18 persen pada bagian kaki, tangan kiri, dan pipi kiri di rawat di dua rumah sakit, yakni Panti Waluyo dan Yarsis.

Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan akan mengawal pemulihan kedua korban. Dirinya berharap kedua korban kebakaran tersebut bisa segera pulih dan berkegiatan kembali seperti biasanya

"Saya menjenguk korban untuk memastikan kondisinya. Dan saya akan pantau terus kondisi korban. Semoga segera pulih," kata Respati Ardi.

Sebagai informasi, kebakaran hebat yang terjadi di bangunan kos dan lokasi usaha pengrajin sofa di Pajang, Laweyan, Kota Surakarta ini diduga bermula ketika salah seorang anak karyawan bermain api dengan membakar busa.

Lokasi kejadian yang berisi material mudah terbakar langsung membuat api cepat membesar hingga menghanguskan tempat usaha sofa tersebut. Pemilik lokasi usaha bersama warga setempat sudah mencoba memadamkan api, namun minimnya air serta kondisi rumah yang berada di lokasi padat penduduk tidak bisa menghentikan kobaran si jago merah.

Salah satu penghuni kos yang menyaksikan langsung peristiwa kebakaran, Eko Rahmanto, mengatakan bahwa api cepat sekali membesar. Tidak hanya satu menit menurutnya, api sudah mampu membakar hampir keseluruhan gedung. Dirinya juga membenarkan adanya dua korban luka karena sempat terjebak di lokasi kebakaran.

"Tadi ada pekerja dan warga yang menyelamatkan diri, sempat terjebak di atas tapi pakai tangga bisa turun. Ada yang terluka di bagian kaki dan dibawa ke RS Panti Waluyo. Motor saya juga ikut terbakar di lokasi," ucap Eko Rahmanto.

Hingga kini pihak Kepolisian Kota Surakarta masih melakukan pendataan serta penyidikan penyebab utama kebakaran yang diduga kerugiannya mencapai Rp100 juta. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....