Wali Kota Solo Apresiasi Perusahaan yang Terima Karyawan Disabilitas

  • 25 Agt 2026 16:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pasca dua pencari kerja penyandang disabilitas tuli, Raka Nurmujahid Ammrullah, warga Bayan, Kadipiro, Banjarsari, dan Deni Ariyadi Kurniawan, warga Gumunggung RT 002, Gilingan, Banjarsari, diterima sebagai Partimer Store Crew di Indomaret, Wali Kota Solo, Respati Ardi berikan apresiasi kepada parusahaan.

Wali Kota Solo, Respati Ardi mengapresiasi komitmen dunia usaha yang memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi bagian penting dalam menciptakan kesempatan kerja yang inklusif dan setara bagi seluruh masyarakat.

Respati menilai kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi juga merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat.

"Selamat kepada teman-teman di Dinas Ketenagakerjaan atas keberhasilan RSKB. Juga apresiasi kepada perusahaan yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas patut kita apresiasi. Mereka tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan berkontribusi di dunia kerja," kata Respati Ardi pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Ditambahkan orang nomor satu di Pemerintahan Kota Solo ini, dirinya berharap semakin banyak perusahaan yang bisa memberikan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas. Karena menurut Respati, pekerja difabel perlu diberikan kesempatan ruang dan dukungan yang tepat untuk terus berkembang.

"Yang dibutuhkan adalah kesempatan. Ketika mereka diberikan ruang dan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas juga mampu bekerja, berkembang, dan memberikan kontribusi bagi perusahaan," katanya menambahkan.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Solo, Pramutedy Sukoco, mengatakan proses penempatan dilakukan dengan menyesuaikan karakter, potensi, dan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

"Prosesnya tidak selalu langsung berhasil. Raka dan Deni sudah beberapa kali mengikuti seleksi sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja di Indomaret. Yang penting adalah terus melakukan pendampingan, mengevaluasi kesiapan, dan mencarikan peluang yang sesuai," ucap Pramutedy Sukoco.

Raka Nurmujahid Ammrullah sebelumnya pernah mengikuti pelatihan upskilling sebagai operator komputer, sementara Deni Ariyadi Kurniawan sudah pernah mendapatkan pelatihan di bidang perhotelan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan dalam program Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB).

Pramutedy Sukoco menegaskan, pendampingan tidak berhenti setelah pencari kerja diterima bekerja. Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan akan tetap mendampingi Raka dan Deni dalam proses adaptasi di lingkungan kerja serta berkomunikasi dengan pihak perusahaan apabila terdapat kendala selama masa kerja.

"Pekerjaan bukan hanya soal mendapatkan kesempatan, tetapi juga bagaimana penyandang disabilitas dapat bertahan dan berkembang di tempat kerja. Karena itu, pendampingan tidak berhenti setelah mereka diterima bekerja," ucapnya menambahkan.

Keberhasilan Raka dan Deni diharapkan menjadi contoh bahwa kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan pencari kerja. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....