BPBD Solo Simulasikan Penanganan Banjir, Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

  • 24 Agt 2026 16:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir melalui simulasi dalam ruang atau Table Top Exercise (TTX), Kamis 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menggunakan rencana kontingensi bencana banjir sebagai dasar untuk menguji kesiapan berbagai pihak sebelum terjadi kondisi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan TTX merupakan tindak lanjut dari dokumen kajian risiko bencana Kota Surakarta. Simulasi difokuskan pada persiapan yang harus dilakukan ketika banjir terjadi di wilayah Kota Solo.

"Dokumen itu menjadi dasar kita untuk melaksanakan simulasi di dalam ruang terkait dengan persiapan-persiapan ketika suatu saat terjadi banjir di Kota Surakarta," kata Ari.

Ari mengatakan penanganan bencana tidak dapat dilakukan BPBD secara mandiri. Karena itu, simulasi melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.

Unsur tersebut meliputi Pemerintah Kota Surakarta, TNI, Polri, akademisi, masyarakat, media massa, serta relawan. Koordinasi antarpihak diperlukan agar setiap unsur memahami tugas yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

"Ketika sudah dilaksanakan simulasi dalam ruangan itu, mereka akan menjadi paham ketika bencana banjir terjadi, mereka sebagai apa dan harus bisa berbuat apa, yang akan dilakukan," ujarnya.

Menurut Ari, pemahaman mengenai peran masing-masing pihak menjadi penting untuk mempercepat respons ketika terjadi bencana. Dengan simulasi, koordinasi yang sebelumnya dibangun dalam kondisi normal dapat diuji melalui sejumlah skenario.

Ari menambahkan BPBD Kota Surakarta juga terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setiap peringatan yang diterima menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan langkah yang perlu dilakukan dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

"Artinya ketika ada peringatan-peringatan dari BMKG tentunya kita harus berbuat apa kepada masyarakat," katanya.

Selain potensi banjir, Ari mengatakan kondisi cuaca saat ini juga perlu diwaspadai karena memasuki periode kering. BPBD mengingatkan masyarakat terhadap potensi dampak kekeringan, termasuk risiko kebakaran lahan.

Masyarakat diminta memahami langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran. BPBD Kota Surakarta juga memastikan kesiapsiagaan petugas untuk merespons kejadian kebencanaan yang dapat muncul sewaktu-waktu.

"Kita dari BPBD Kota Surakarta itu siap 24 jam merespons terkait dengan kejadian, mungkin ada kebakaran lahan yang ada di wilayah Solo," ucapnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....