Antisipasi Karhutla, Bupati Boyolali Minta Camat Perkuat Edukasi

  • 24 Agt 2026 08:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Boyolali Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Rakor yang diadakan di Ruang Merbabu kantor Bupati ini turut dihadiri Bupati Agus Irawan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) M. Syawalludin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Boyolali.

Dalam sambutannya, Bupati Agus Irawan mengatakan selain mengatasi kekeringan, kewaspadaan juga harus difokuskan pada kebakaran, baik pemukiman maupun hutan dan lahan. Apalagi melihat data pada 2026 ini, menunjukkan adanya kejadian kebakaran yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali. Khusus karhutla, tercatat 10 kejadian dengan total luas terdampak sekitar 4,4 ha.

"Karena itu saya minta kepada seluruh jajaran, khususnya Camat dan Kepala Desa, untuk memperkuat edukasi dan pengawasan masyarakat, mencegah pembakaran lahan secara sembarangan, serta memastikan setiap kejadian dapat segera dilaporkan dan ditangani," kata Bupati Agus Irawan.

Ditambahkan Agus Irawan, kehadiran posko Terpadu Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Boyolali harus menjadi pusat koordinasi yang benar-benar bekerja secara efektif.

"Saya minta jangan sampai ada persoalan di lapangan yang terlambat ditangani hanya karena lemahnya komunikasi dan koordinasi. Data harus cepat, informasi harus akurat, respons harus tepat, dan bantuan harus sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya menambahkan.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Boyolali, Supriyono juga turut memberikan himbauan penting kepada masyarakat terkait antisipasi adanya kebakaran karena musim kemarau.

Menurutnya masyarakat yang ingin membakar lahan perlu adanya pengawasan berlebih dan tidak boleh ditinggalkan ketika api masih menyala. Selain itu juga, masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan aliran listrik, mengingat banyak kejadian kebakaran yang disebabkan korsleting.

"Karena ini musim kemarau sudah bener-bener panas, banyak bahan kering mudah terbakar, sehingga jangan sembarangan membakar sampah, lahan dan sebagainya tanpa pengawasan maupun pengaturan maksimal. Kemudian pastikan meninggalkan rumah dalam keadaan tidak ada nyala api, matikan listrik rumah saat ditinggal lama dan rutin mengontrol jaringan listrik serta tidak menumpuk sakelar," ucap Supriyono. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....