PMI Surakarta Jemput Bola Layani Kesehatan Pengungsi Nagekeo

  • 22 Agt 2026 23:02 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - PMI Kota Surakarta akan mengoptimalkan layanan Mobile Clinic atau klinik keliling untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada pengungsi terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan dilakukan dengan pendekatan jemput bola, termasuk menyasar wilayah yang sulit dijangkau.

Pelayanan tersebut menjadi prioritas karena sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terdampak belum beroperasi secara optimal. Tim PMI Surakarta akan mendatangi pos-pos pengungsian sesuai hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ketua Umum PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan tim akan ditempatkan di wilayah yang terdampak cukup signifikan dengan sekitar 5.000 jiwa terdampak. PMI Surakarta berupaya memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat di lokasi terpencil tetap mendapatkan perhatian.

“Setelah koordinasi kami akan ditempatkan di kecamatan Nagekeo yang mana ada 5000 jiwa yang terdampak. Dan kami berharap bisa bawa mobil klinik. Bahwa kebutuhan kesehatan ini sampai di tempat-tempat terpencil, kami akan jemput bola,” katanya, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurut Sumartono, pendekatan jemput bola diperlukan agar warga yang membutuhkan pertolongan medis tidak terlewatkan akibat keterbatasan jarak maupun akses transportasi. Tim juga akan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan obat dan pelayanan kesehatan selama berada di lokasi.

“Sehingga mereka yang membutuhkan tidak akan sampai tidak mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Bencana PMI Surakarta, Jumadi, mengatakan pelayanan medis kepada pengungsi menjadi prioritas utama tim yang diberangkatkan. Kondisi sejumlah fasilitas kesehatan yang belum beroperasi membuat Mobile Clinic menjadi salah satu tumpuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Prioritas utama kami adalah mendekatkan pelayanan medis kepada para pengungsi. Karena banyak faskes setempat yang belum beroperasi, layanan Mobile Clinic menjadi tumpuan agar warga terdampak segera mendapatkan pengobatan medis secara merata,” kata Jumadi.

Jumadi menambahkan, PMI Surakarta membawa sejumlah obat untuk memenuhi kebutuhan medis dasar masyarakat terdampak. Obat tersebut antara lain antibiotik, obat antinyeri, obat gangguan pencernaan, dan obat antidiare.

Obat-obatan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi berbagai keluhan kesehatan yang dapat muncul di tengah kondisi pengungsian. PMI Surakarta juga akan menyesuaikan dukungan obat berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di lapangan.

Tim kesehatan PMI Surakarta dijadwalkan menjalankan tugas tanggap darurat selama 21 hari hingga 12 September 2026. Selama masa penugasan, pelayanan Mobile Clinic akan diarahkan ke sejumlah titik pengungsian di wilayah Nagekeo. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....