Wawali Astrid Widayani Berbusana Adat Dayak pada Pawai Pembangunan, Ini Pesannya
- 22 Agt 2026 13:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali menggelar Pawai Pembangunan sebagai rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Gelaran tahunan yang memikat perhatian ribuan warga Surakarta ini menyajikan beragam parade budaya dan pesan kepedulian lingkungan. Ada yang menarik dari penampilan pimpinan daerah tahun ini. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, tampak anggun dan mencuri perhatian publik dengan mengenakan pakaian adat Dayak khas Kalimantan.
Astrid Widayani menjelaskan pemilihan busana adat Dayak tersebut bukan sekadar untuk mempercantik penampilan, melainkan membawa pesan mendalam terkait isu lingkungan global dan lokal.
"Tahun ini saya memilih menggunakan baju adat Dayak dari Kalimantan. Ini sekaligus mengingatkan untuk tema yang memang diangkat di tahun ini tentang bagaimana kita mencintai lingkungan kita, menyayangi semesta dengan salah satunya Kalimantan ini sebagai salah satu paru-parunya Indonesia," kata Astrid Widayani.
Orang nomor dua di Pemerintahan Kota Surakarta ini turut mengatakan prihatin dengan adanya kebakaran hutan di Kalimantan. Menurutnya di Kalimantan ada hewan yang memerlukan perlindungan seperti orang utan, gajah, dan badak.
Hal itu tentunya menjadi pengingat bahwa mencintai lingkungan tidak hanya cukup dengan menjaga kebersihan atau mengelola sampah, tapi lebih luas bagaimana menjaga lingkungan tetap hijau di tengah cuaca kemarau berkepanjangan.
Selain menyoroti isu kebakaran hutan dan perlindungan fauna langka, Pemkot Surakarta juga memanfaatkan momentum Pawai Pembangunan ini untuk mengelorakan semangat pengelolaan lingkungan hingga ke tingkat tapak.
Astrid Widayani berharap nantinya pesan dari Pawai Pembangunan ini mampu mendorong masyarakat Surakarta untuk aktif menjaga kelestarian alam secara menyeluruh.
"Tahun ini kita bersama-sama tahu bahwa di lingkungan kita ada isu pengelolaan sampah, masih ada PR di Kota Surakarta tentang pengelolaan sampah dari TPA sampai budaya sadar sampah dari hulu. Slogan 'Indonesia Asri' dari Presiden Prabowo Subianto ini harus terus kita gelorakan, termasuk semangat 'Solo Berseri' di Kota Surakarta," katanya menambahkan.
Melalui perpaduan pesan ekologi dan parade budaya nusantara, Pawai Pembangunan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan visual bagi masyarakat, tetapi juga menguatkan komitmen bersama warga Surakarta dalam menjaga lingkungan hidup tetap asri dan berkelanjutan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....