Disdik Solo Atasi Kekurangan Guru ASN Melalui Skema Magang Lulusan PPG
- 21 Agt 2026 19:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta mengambil langkah strategis guna mengatasi krisis kekurangan tenaga pendidik negeri.
Menyiasati kekosongan formasi tersebut, pemerintah daerah resmi menggandeng tenaga magang dari lulusan Program Profesi Guru (PPG).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, membeberkan angka penyusutan tenaga pengajar di wilayahnya terbilang cukup tinggi. Sepanjang bulan Januari hingga Desember tahun ini, terdapat proyeksi pengurangan secara alamiah sebanyak 253 guru negeri akibat memasuki usia pensiun.
"Kita tidak lagi mengelola tenaga honorer yang perikatannya langsung ke dinas karena sudah dilarang undang-undang. Cuma masalahnya pengurangan yang terjadi ini kan perlu ada solusi," kata Dwi, Jumat, 21 Agustus 2026.
Merujuk pada aturan perundang-undangan terbaru, pihak sekolah maupun dinas kini secara tegas dilarang untuk merekrut guru honorer.
Pengisian kursi tenaga pendidik yang kosong kini hanya diizinkan melalui mekanisme seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi atau mutasi masuk yang telah lolos asesmen daerah.
Lantaran proses perekrutan ASN sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat yang hingga kini belum pasti, Dinas Pendidikan Surakarta akhirnya mengambil inisiatif mandiri.
Mereka menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus seperti UNS, UMS, dan Univet guna menyerap lulusan PPG sebagai guru magang.
"Karena pensiun kosongnya pasti, kita tawarkan skema magang lulusan PPG. Kalau nanti sudah ada penggantian dari pengadaan ataupun mutasi ASN, berarti magangnya kami hentikan," ujar Dwi.
Program magang guru yang baru pertama kali diterapkan tahun ini diharapkan menjadi solusi darurat yang sangat efektif.
Melalui kehadiran para tenaga pengajar yang memiliki kompetensi mumpuni tersebut, hak belajar seluruh peserta didik dipastikan akan tetap terpenuhi secara maksimal tanpa kendala. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....