Disiplin Lapor Vaksin, Puskesmas Jumantono Sabet Juara 2 se-Jateng

  • 20 Agt 2026 23:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Karanganyar. Puskesmas Jumantono berhasil menyabet predikat juara kedua tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam penilaian keberhasilan capaian imunisasi serta efektivitas pengelolaan persediaan vaksin tahun 2026.

Penilaian dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tersebut menekankan pada kedisiplinan dan kepatuhan dalam pemutakhiran data operasional secara digital. Indikator utama yang membawa Puskesmas Jumantono meraih prestasi ini adalah ketertiban input data cakupan imunisasi melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) besokan Kementerian Kesehatan, serta konsistensi pengisian data logistik stok vaksin pada sistem Semilir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati, mengungkapkan keberhasilan Puskesmas Jumantono tidak hanya diukur dari tingginya angka persentase imunisasi, melainkan juga dari tata kelola administrasi vaksin yang dinilai sangat tertib dan efisien.

"Puskesmas Jumantono ini masuk dua besar dari sekian banyak puskesmas di Jawa Tengah. Tolok ukurnya adalah kepatuhan inputan di sistem pelaporan pelaporan imunisasi ASIK dan pengelolaan vaksin lewat aplikasi Semilir. Capaiannya cepat, pengelolaan vaksinnya bagus, dan kepatuhannya dipandang sangat baik," ujar Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Dwi Rusharyati kepada RRI, Kamis 20 Agustus 2026.

Guna menularkan kesuksesan tersebut ke puskesmas lain di seluruh wilayah Karanganyar, Dinas Kesehatan menerapkan metode evaluasi silang (sharing session). Dalam forum evaluasi berkala, puskesmas dengan capaian tertinggi diwajibkan mempresentasikan strategi operasinya di hadapan pengelola puskesmas yang capaiannya masih rendah agar terjadi transfer pengetahuan secara langsung.

Menurut Dwi, pola berbagi strategi ini sangat berguna untuk menjawab hambatan lapangan, terutama bagi wilayah dengan kondisi geografis yang terbilang sulit seperti kawasan perbukitan di Kecamatan Jatiyoso yang membutuhkan pendekatan proaktif.

"Teman-teman yang capaiannya terbaik maupun terendah saya minta presentasi. Yang baik bisa menularkan strateginya, dan yang kurang bisa menceritakan kendalanya sehingga ada titik temu. Misal untuk wilayah perbukitan seperti Jatiyoso kan butuh strategi khusus seperti jemput bola ke masyarakat," ucap Dwi Rusharyati.

Dinas Kesehatan Karanganyar berkomitmen untuk terus mendorong kepatuhan digitalisasi pelaporan dan pemerataan kualitas pelayanan imunisasi di seluruh faskes demi menjamin perlindungan kesehatan anak-anak di Kabupaten Karanganyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....