Verifikasi Atlet Terganjal, KONI Solo Raya Desak Tindakan Tegas Panitia Porprov
- 20 Agt 2026 23:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kota Surakarta, Kamis 20 Agustus 2026. Rapat yang dihadiri pimpinan KONI dari tujuh kabupaten dan kota se-Solo Raya tersebut menuntut tindakan tegas panitia Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Jawa Tengah 2026 terkait kondisi sistem verifikasi atlet pada aplikasi SiSAKTI.
Aplikasi SiSAKTI yang disiapkan sebagai basis data dan verifikasi peserta dinilai bermasalah serta merugikan jajaran atlet di wilayah Solo Raya. Pasalnya, sejumlah atlet yang telah dinyatakan lolos babak kualifikasi atau Pra-Porprov justru berstatus gagal terverifikasi di dalam sistem digital tersebut.
Ketua KONI se-Solo Raya, Her Suprabu, menegaskan atlet yang telah berjuang dan dinyatakan lolos Pra-Porprov seharusnya secara otomatis mengantongi tiket untuk berlaga di Porprov Jateng 2026 tanpa terganjal kerumitan administrasi sistem.
"Ada beberapa atlet yang sudah lolos Pra-Porprov itu masih gagal atau belum terverifikasi di SiSAKTI. Padahal Pra-Porprov ini kan juga yang menyelenggarakan dari panitia Porprov. Secara psikologis atlet, kesiapannya juga sudah pasti terganggu karena ragu-ragu apakah besok masuk Porprov atau tidak," ujar Ketua KONI se-Solo Raya, Her Suprabu, dalam pers rilis yang diterima RRI, Kamis 20 Agustus 2026.
Her Suprabu menambahkan, ketidakjelasan status di aplikasi SiSAKTI menimbulkan dilema besar bagi manajemen KONI daerah dalam menyusun kontingen, sekaligus merusak fokus mental para atlet menjelang ajang olahraga terbesar di Jawa Tengah tersebut.
Guna menyelesaikan persoalan mendesak ini, ketujuh pengurus KONI daerah di Solo Raya sepakat melayangkan surat protes resmi secara kolektif kepada Panitia Porprov 2026 dengan tembusan kepada KONI Provinsi Jawa Tengah.
"Kita nanti akan bikin surat ke panitia Porprov, tembusan ke KONI Jawa Tengah tentunya, untuk meninjau ataupun membantu menyelesaikan permasalahan yang masih menggantung ini," ucap Ketua Koni Solo.
Melalui desakan kolektif tersebut, KONI se-Solo Raya berharap Panitia Porprov Jateng 2026 dan pengelola sistem segera membenahi celah teknis aplikasi SiSAKTI, demi menjamin kepastian hukum, keadilan, serta kesiapan penuh seluruh atlet yang akan bertanding di Semarang Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....