Logo Pemkab Sragen di Baliho 'Lokal Fest' Tak Sesuai, Ini Penjelasan Diskumindag

  • 19 Agt 2026 23:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Pemasangan baliho pameran "Sragen Lokal Fest" di Jalan Raya Sukowati, sebelah timur Simpang Tiga Bloran, Sragen, mendadak menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, logo resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang terpasang di sudut kiri atas baliho tersebut dinilai tidak sesuai dengan logo aslinya.

Ketidaksesuaian logo pada baliho acara yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sejumlah netizen mengkritik pembuatan desain baliho yang diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa pengawasan ketat.

Kritik keras juga datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto. Ia menilai kesalahan pencantuman simbol resmi daerah tersebut sebagai bentuk kelalaian. "Sembrono, teledor," ujar Tatag saat dimintai tanggapan mengenai baliho tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto, memberikan klarifikasinya.

Ia menegaskan bahwa agenda pameran tersebut murni diselenggarakan oleh pihak ketiga (Event Organizer) dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Acara di alun-alun itu murni dari EO atau pihak ketiga. Tidak ada anggaran dari Pemda untuk kegiatan tersebut," kata Cosmas.

Terkait perizinan serta retribusi sewa kawasan Alun-Alun Sragen, Cosmas menyarankan agar dikonfirmasikan lebih lanjut kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Sragen selaku pengelola tempat.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Diskumindag dalam kegiatan tersebut hanya sebatas menyampaikan informasi peluang pameran kepada para pelaku UMKM lokal.

"Pihak penyelenggara mendatangi kami untuk menawarkan apakah ada pelaku UMKM yang berminat bergabung. Fungsi kami hanya membantu menawarkan ke UMKM setempat. Sifatnya berbayar bagi peserta yang berminat, karena ini bukan program fasilitasi gratis dari Pemkab Sragen," ucapnya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....