Tingkatkan Layanan PAUD, Pokja Bunda PAUD Sragen Perkuat Sinergi Lintas Sektor

  • 19 Agt 2026 22:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Sragen memperkuat komitmen mendukung peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pokja Bunda PAUD di Ruang Citrayasa, Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu 19 Agustus 2026.

Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, menekankan pentingnya sinergi antarunsur perangkat daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan anak-anak usia dini mendapatkan haknya secara optimal.

"Pokja Bunda PAUD ini penting karena diharapkan kita bisa ikut membantu memastikan bahwa anak-anak PAUD kita menerima apa yang menjadi haknya," kata Linda.

Linda memaparkan lima isu utama yang menjadi fokus perhatian Pokja, yakni pendidikan, kesehatan dan gizi, perlindungan, pengasuhan, serta tata kelola. Pada aspek kesehatan dan gizi, ia mendorong sinergi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkala.

"Pengukuran tumbuh kembang anak idealnya dilakukan oleh tenaga kesehatan minimal dua kali dalam setahun secara serempak," ujarnya.

Terkait aspek perlindungan, pemenuhan sarana dan prasarana PAUD dinilai harus berbasis skala prioritas. Fasilitas yang dinilai membahayakan keselamatan anak wajib mendapatkan penanganan terlebih dahulu.

"Keadilan itu bukan membagi sama rata, tetapi mendahulukan yang paling mendesak. Jika ada TK yang kondisinya membahayakan, itu harus jadi prioritas," ujarnya.

Selain itu, keterlibatan keluarga dalam pola pengasuhan serta penguatan regulasi seperti SK Pokja dan Rencana Aksi Daerah menjadi poin penting tata kelola. Linda juga meminta pemerintah desa memberikan alokasi anggaran PAUD melalui APBDes, mengingat banyaknya satuan PAUD di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen sekaligus Kepala Pokja Bunda PAUD, Purwantini, menyebut rapat ini sekaligus menjadi ajang evaluasi program kerja tahun 2026.

"Kami mengevaluasi program yang berjalan dan mengkaji rencana kerja hingga 2030 agar tetap sesuai regulasi," kata Purwantini.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berkembang sehingga layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sragen semakin optimal. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....