Jateng Percepat Pengentasan Kemiskinan lewat Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera
- 19 Agt 2026 15:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan pilot project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera berbasis pemberdayaan pemuda di Lapangan Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu 19 Agustus 2026. Program tersebut menyasar pemuda dari keluarga desil 1 hingga 4 untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga perlu melibatkan dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan masyarakat.
"Ini kolaborasi yang sangat baik yaitu pengentasan kemiskinan enggak mungkin dikerjakan sendiri. Kita harus kerja kelompok," katanya dalam sambutan.
Taj Yasin mengatakan program pemberdayaan harus diarahkan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri. Pemuda juga diharapkan ikut membantu mengembangkan dan mempromosikan usaha masyarakat penerima manfaat.
Program tersebut menyasar pemuda usia 16 hingga 30 tahun dari keluarga desil 1 sampai 4. Pemberdayaan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi, meningkatkan pendapatan, mengurangi beban ekonomi, serta menghasilkan model yang dapat diterapkan di wilayah lainnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan Kota Surakarta menjadi salah satu wilayah yang dipercaya sebagai lokasi pilot project program tersebut. Selain Kelurahan Semanggi, program juga menyasar Kelurahan Mojosongo dan Nusukan.
"Ini merupakan satu kehormatan bagi kami di wilayah Kota Surakarta sebagai pilot project untuk kegiatan Desa Kelurahan Mandiri yang memang menjadi lokus dalam rangka pengentasan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Menurut Astrid, program tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Surakarta dalam menanggulangi kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu memberikan intervensi yang lebih tepat kepada keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.
Selain pemberdayaan ekonomi, program juga mencakup berbagai bentuk intervensi pelayanan dasar. Di antaranya jaminan sosial, bantuan langsung tunai, rehabilitasi rumah tidak layak huni, jaminan kesehatan, instalasi listrik murah, dan gerakan pangan murah.
Peluncuran pilot project tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Keberhasilan program juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat dikembangkan di desa dan kelurahan lainnya. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....