Tanpa Tarif Berobat, Klinik Bhineka Solo Usung Semangat Gotong Royong

  • 18 Agt 2026 20:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Di tengah tingginya biaya kesehatan, sebuah gerakan akar rumput di Kota Surakarta hadir membawa secercah harapan bagi masyarakat kecil. Tanpa mematok tarif sepeser pun, Klinik Sosial Bhineka yang beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap sesama masih bernapas panjang di sudut kota.

Salah satu pendiri Klinik Sosial Bhineka, Willy Leo Santiko, menceritakan inisiatif mulia tersebut lahir secara spontan. Gagasan itu bermula dari pengalaman sang istri yang aktif menggerakkan donor darah, hingga akhirnya menyadari bahwa kebutuhan warga kalangan menengah ke bawah ternyata jauh melampaui urusan kantong darah, melainkan pemahaman dasar soal kebersihan dan kesehatan.

Berangkat dari temuan tersebut, kegiatan bakti sosial yang awalnya hanya digelar insidental akhirnya disempurnakan menjadi balai pengobatan permanen.

Berbekal dedikasi seorang relawan medis, yakni dr. Dwi Rejeki, klinik tersebut kini mampu beroperasi rutin selama tiga jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kesehatan inklusif.

"Maksudnya gratis ini kita tujuannya ingin menghargai martabat dari pasien yang berobat. Kalau misalnya mau memberi sumbangan sukarela silakan, bahkan membayar dengan doa ataupun ucapan terima kasih sangat kita terima sekali karena konsep kita gotong royong," kata Willy Leo Santiko, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam menjalankan operasional hariannya, pihak pengelola memiliki komitmen tegas untuk tidak meminta sumbangan berupa uang tunai kepada publik maupun pasien.

Mereka lebih memprioritaskan bantuan berbentuk barang perlengkapan atau donasi obat-obatan dari para dermawan guna memastikan pasokan kebutuhan bagi para pasien tetap terjaga aman..Pemilihan nama Bhineka sendiri rupanya memiliki landasan filosofis yang sangat mendalam bagi para pendirinya.


Balai pengobatan ini sengaja didirikan tanpa membawa atribut atau berafiliasi dengan organisasi masyarakat maupun lembaga keagamaan tertentu, demi meruntuhkan sekat-sekat sosial yang sering kali menjadi pemisah dalam kegiatan amal.

"Kadang-kadang kita terkotak-kotak secara kesukuan atau agama saat membuat bakti sosial. Kami harapkan klinik ini selain untuk kegiatan kemanusiaan, juga murni menjadi sarana gotong royong dari berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang," ucap Willy.

Balai Pengobatan Sosial Bhineka melayani masyarakat dari seluruh lapisan, tidak terbatas hanya untuk warga Kota Solo. Jam operasionalnya dijadwalkan pada hari Senin-Kamis dan Sabtu mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.(Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....