Kisah Haru Pejuang Kanker, Film Baby Udon Sukses Bikin Nangis di Solo
- 18 Agt 2026 12:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Suasana emosional mewarnai acara pemutaran perdana atau gala premiere film Baby Udon yang digelar di XXI Solo Paragon Mall, Senin, 17 Agustus 2026.
Karya layar lebar yang diangkat dari kisah nyata perjuangan melawan kanker dan penantian buah hati tersebut dijadwalkan bakal tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai tanggal 3 September 2026.
Film ini mengulas perjalanan cinta penuh ujian pasangan suami istri Hajime Kondoh dan Fanny Kondoh, mulai dari perbedaan keyakinan, keguguran, hingga perjuangan berat menghadapi penyakit kanker.
Produser sekaligus pemeran karakter Hajime Kondoh, Denny Sumargo, menilai kisah inspiratif ini sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat sehingga memiliki nilai penting untuk didokumentasikan ke dalam layar lebar.
"Kalau cerita ini tidak difilmkan, kayaknya kita semua akan menyesal karena ada satu cerita sebagus ini yang tidak menjadi sebuah dokumentasi," kata Denny Sumargo di sela agenda sapa penonton.
Denny juga mengaku harus beradaptasi dengan penggunaan bahasa Jepang dalam film.
Pada awal syuting, ia masih mengalami kesulitan, tetapi kemampuannya perlahan membaik setelah menjalani persiapan selama beberapa minggu.
Selain itu, Denny melakukan perubahan fisik dengan mencukur rambut hingga botak untuk mendalami karakter.
Menurutnya, cara tersebut membuat penampilan karakter terlihat lebih natural dibandingkan menggunakan prostetik rambut.
Sementara itu, tantangan emosional yang luar biasa turut dirasakan oleh aktris Caitlin Halderman yang dipercaya memerankan karakter utama bernama Fanny.
Menurutnya, proses penggarapan film ini menjadi salah satu proyek seni peran terberat sepanjang kariernya karena harus merangkum beban emosi serta perjalanan hidup selama sembilan tahun ke dalam alur drama yang padat.
"Ini film terberat aku. Aku harus menyampaikan semua rasa yang Kak Fanny rasakan selama sembilan tahun dan menjadikannya satu di film ini. Layer-nya sangat banyak dan itu bukan hal yang gampang," kata Caitlin.
Sosok asli pemilik kisah inspiratif, Fanny Kondoh, menyampaikan harapan mendalam agar karya sinematik ini mampu menyentuh serta memberikan suntikan semangat bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi ujian serupa.
Ia menginginkan agar rekaman perjalanan hidupnya tersebut dapat menjadi warisan bermakna serta memberikan secercah harapan bagi sang anak di masa depan.
"Film ini relate ke banyak benang. Dari pejuang kanker, pejuang garis dua, pejuang kehidupan, hingga masalah kepercayaan. Mampir saja ke medium rasa ini karena kalian akan membawa sesuatu ketika pulang," ucap Fanny.
Rangkaian agenda pemutaran film terbatas tersebut kemudian diakhiri dengan sesi temu sapa yang berlangsung meriah bersama ratusan penggemar di area pusat kuliner Solo Paragon Mall.
Para penonton yang hadir tampak larut dalam haru dan memberikan apresiasi tinggi terhadap adaptasi perjalanan hidup yang mulanya viral melalui tayangan siniar tersebut. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....