MTA Berangkatkan Tim SAR Bantu Korban Gempa Maumere

  • 17 Agt 2026 12:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak delapan personel Search and Rescue Majlis Tafsir Al-Qur'an (SAR MTA) diberangkatkan untuk menjalankan misi kemanusiaan membantu penanganan bencana gempa bumi di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum berangkat, delapan personel tersebut berpamitan langsung kepada Pimpinan Pusat MTA, Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., di Gedung Pengajian Umum MTA, Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Al Ustadz Nur Kholid berpesan agar seluruh personel SAR MTA senantiasa menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, tugas membantu korban bencana merupakan bagian dari panggilan untuk berbuat kebaikan dan menjalankan misi kemanusiaan.

“Allah akan berikan kebaikan yang berlipat ganda, kebaikan yang ikhlas karena Allah. Yang pertama wujud rasa syukur, seruan sabilillah, jihad kemanusiaan dari Allah sampai ke MTA. Maka kami mohon, satu, jaga keikhlasan. Kepada saudara tugas ke NTT itu karena Allah yang memanggil,” pesan Al Ustadz Nur Kholid.

Selain mengingatkan tentang keikhlasan, Pimpinan Pusat MTA juga meminta seluruh personel memanfaatkan kemampuan dan keilmuan yang dimiliki secara maksimal dalam menjalankan tugas, namun tetap mengandalkan pertolongan Allah.

“Jangan merasa mampu tanpa Allah. Meski jenengan punya sertifikat urban, sertifikat search and rescue, jangan pernah mengandalkan kemampuan sendiri tanpa melibatkan Allah. Semua yang ada ini karena Allah, maka jangan tinggalkan Allah. Dengan apa? Dengan sholat, dengan sabar,” ucapnya.

Al Ustadz Nur Kholid juga berpesan agar seluruh personel menjaga kekompakan selama perjalanan maupun saat menjalankan tugas di lokasi bencana. Selain itu, mereka diminta tetap menjaga nama baik Islam dan MTA selama menjalankan misi kemanusiaan.

Sementara itu, Kabid Operasi SAR MTA, Husain Musthofa, menjelaskan delapan personel yang diberangkatkan terdiri dari empat personel dari Markas Komando SAR MTA di Solo dan empat personel dari wilayah Jawa Timur. Seluruh personel memiliki kualifikasi Urban Search and Rescue (USAR).

Tim tersebut akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas dalam penanganan korban gempa di Maumere.

“Berkoordinasi dengan Basarnas, kami di bawah kendali Basarnas dan ikut di kapalnya. Kemudian kami di sana insyaallah bertugas untuk mencari dan menolong korban jiwa terkait gempa bumi kemarin. Sebanyak empat personel dari pusat (Solo) dengan kualifikasi urban SAR dan empat lainnya dari wilayah Jawa Timur juga kualifikasi urban,” ujar Husain.

Untuk menunjang proses pencarian dan pertolongan, tim turut membawa berbagai peralatan dari Markas Komando SAR MTA. Di antaranya peralatan pemotong beton, pemotong besi, serta perlengkapan untuk mendukung ketahanan hidup selama berada di lokasi bencana.

Husain menyebut, misi kemanusiaan tersebut akan berlangsung hingga seluruh tugas selesai. Tidak ada pergantian tim atau Search and Rescue Unit (SRU) selama operasi berlangsung.

Menurutnya, keberangkatan tim relawan SAR MTA bukan semata-mata untuk menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dengan mengharapkan rida Allah SWT serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan mengaji.

Dengan bekal keahlian SAR, peralatan pendukung, serta pesan untuk selalu mengandalkan Allah, delapan personel SAR MTA kini menjalankan misi kemanusiaan di Maumere untuk membantu proses pencarian dan pertolongan bagi masyarakat terdampak gempa bumi.( rel/ sf)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....