HUT ke-94 Tahun PMS, Wawali Solo Dorong Pelestarian Budaya Jawa
- 15 Agt 2026 21:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mendorong pelestarian budaya Jawa agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Eksibisi Karawitan dalam rangka HUT ke-94 Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) di Gedung Pertemuan PMS Surakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.
Mengusung tema “Nguri-uri Budaya Jawi”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 94 tahun PMS. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pelestarian seni dan budaya Jawa melalui pertunjukan karawitan.
Astrid menyampaikan apresiasi atas perjalanan PMS yang telah mencapai usia 94 tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut menunjukkan sejarah panjang, keteguhan, dan komitmen PMS dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat Kota Surakarta.
“Pemerintah Kota Surakarta mengucapkan selamat ulang tahun ke-94 kepada PMS. Sembilan puluh empat tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan sejarah, keteguhan, dan komitmen PMS untuk terus hadir serta memberikan kontribusi bagi masyarakat Kota Surakarta,” ujarnya.
Astrid menilai tema “Nguri-uri Budaya Jawi” sesuai dengan karakter masyarakat Surakarta yang menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya juga menjadi cara masyarakat bergaul, menghargai sesama, dan mengenali jati diri.
Karawitan, kata Astrid, menjadi gambaran pentingnya kebersamaan karena setiap instrumen gamelan memiliki karakter dan peran masing-masing untuk menghasilkan harmoni. Nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat yang memiliki perbedaan latar belakang, usia, profesi, dan pandangan.
“Begitu pula kehidupan kita. Di tengah perbedaan latar belakang, usia, profesi, dan pandangan, ketika kita mampu saling menghargai dan menjalankan peran dengan baik, perbedaan justru menjadi kekuatan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Astrid turut tampil berkolaborasi dalam Eksibisi Karawitan bersama Gamelan PMS dan Yang Khim PMS serta seniman karawitan Endah Laras. Eksibisi juga menampilkan SMA Regina Pacis Surakarta, gabungan murid SD binaan Dinas Pariwisata, serta kelompok karawitan dari lima kecamatan di Kota Surakarta.
Astrid mengapresiasi keterlibatan berbagai generasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya harus terus diwariskan sekaligus diberi ruang agar dapat berkembang bersama generasi muda.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak berarti menutup diri terhadap perubahan. Budaya justru dapat semakin kuat ketika mampu berdialog dengan perkembangan zaman dan berinteraksi dengan budaya lain.
“Kita tetap menjaga jati diri, sekaligus terbuka terhadap hal-hal baru yang memperkaya kehidupan. Inilah semangat yang perlu terus kita bangun, yaitu berbudaya tetapi terbuka, memiliki identitas yang kuat tetapi tetap menghargai keberagaman,” katanya.
Astrid berharap PMS semakin solid dan terus berkontribusi dalam menjaga budaya serta memperkuat persatuan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai jembatan yang menghubungkan generasi dan memperkuat kecintaan terhadap Surakarta dan Indonesia. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....