Lomba Ketapel Pasar Kliwon Dorong Olahraga Tradisional Makin Dikenal
- 14 Agt 2026 06:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, menggelar lomba ketapel untuk mengenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya komunitas ketapel di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Pasar Kliwon, Ari Wibowo mengatakan lomba ketapel diperuntukkan bagi masyarakat umum dan peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kelurahan. Peserta dipilih oleh kelurahan untuk mengikuti perlombaan tersebut.
"Ketapel untuk masyarakat. Jadi bukan kita, bukan ASN, dan itu perwakilan dari setiap kelurahan masing-masing tiga orang. Jadi yang menyeleksi adalah kelurahan," katanya, Kamis 13 Agustus 2026.
Ari menjelaskan ketapel dipilih karena olahraga tersebut kini telah berkembang dan masuk dalam olahraga masyarakat yang dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Bahkan, ketapel disebut telah masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Ketapel sebenarnya sekarang sudah masuk dalam olahraga KORMI ataupun juga sekarang masuk PON juga dan itu harus kita sosialisasi," ujarnya.
Menurut Ari, sejumlah asosiasi maupun perkumpulan klub ketapel sudah terdapat di Kota Solo, tetapi komunitas ketapel di wilayah Pasar Kliwon belum terbentuk. Melalui perlombaan tersebut, pihaknya ingin mengenalkan olahraga ketapel sekaligus mendorong munculnya komunitas resmi di tingkat wilayah.
Selain menjadi olahraga masyarakat, ketapel dinilai memiliki nilai nostalgia karena pernah menjadi permainan yang akrab dengan masyarakat ketika masih kecil. Ari mengatakan perlengkapan dalam lomba kini menggunakan sasaran yang aman sehingga berbeda dengan penggunaan ketapel secara tradisional untuk membidik sasaran tertentu.
"Dan tentunya kenapa ketapel juga faktor lain adalah nostalgia. Mungkin kita di masa kecil dan sebagainya kan sering pakai potongan cabang dari suatu ranting pohon, kita buat pakai ketapel dan untuk mencari suatu sasaran. Tapi ini kita berikan sasaran yang aman," ucapnya.
Lomba ketapel tersebut diikuti 10 tim dengan masing-masing tim terdiri atas tiga orang atau total 30 peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk mengenalkan olahraga tradisional sekaligus menjaga permainan tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....