Respati Targetkan Penanganan 800 RTLH di Solo Sepanjang 2026

  • 13 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menargetkan penanganan 800 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026. Program tersebut diarahkan untuk mewujudkan hunian sehat sekaligus mengentaskan kawasan kumuh.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyampaikan target tersebut setelah menerima kunjungan kerja Dirjen Perumahan dan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), Rini Dyah Mawarty, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Respati, penanganan RTLH di Kota Surakarta telah berjalan dengan dukungan Pemerintah Pusat. Dari target 800 rumah, saat ini lebih dari 200 rumah telah mulai dikerjakan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada KemenPKP atas bantuan dari Pemerintah Pusat. Di Kota Solo tahun 2026 ini ada 800 RTLH, dan kita semangat sekali karena sudah berjalan 200 sekian,” kata Respati.

Respati mengatakan, program tersebut selanjutnya akan dikembangkan melalui program bedah rumah Kementerian PKP. Penanganan RTLH diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik rumah. Pemerintah juga memperhatikan aspek kesehatan penghuni, termasuk kondisi rumah lembap yang berpotensi meningkatkan risiko tuberkulosis atau TBC.

Untuk menentukan penerima manfaat, KemenPKP akan melakukan survei terhadap masyarakat desil satu hingga desil empat. Respati mendorong proses verifikasi dilakukan secara objektif agar bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk desil satu sampai desil empat akan disurvei dari KemenPKP. Ada intervensi terkait rawan TBC, terutama rumah yang lembap untuk mencegah pertumbuhan TBC di Kota Solo,” ucapnya.

Selain mendapat dukungan pemerintah pusat, Pemkot Surakarta juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk penanganan RTLH. Intervensi turut dilakukan dengan menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....