Erlangga Rilis Inovasi Pembelajaran Hybrid Erklika Lab

  • 12 Agt 2026 22:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Arus digitalisasi pendidikan terus bergerak dinamis, menuntut inovasi guna menjawab kebutuhan generasi Z dan Alpha yang tumbuh sebagai digital native.

Merespons tantangan tersebut, Penerbit Erlangga memperkenalkan konsep hybrid learning melalui peluncuran Erklika Lab for STEAM Education dalam ajang Erklika Lab Connect di Novotel Solo, Rabu, 12 Agustus 2026.

Buku fisik difungsikan sebagai panduan, sementara ekosistem digital menyajikan konten interaktif seperti audio visual, simulasi 3D, hingga mini games.

Chief Editor Digital Product Penerbit Erlangga, Rengganis Rianingtyas Harsono Putri, menjelaskan inovasi tersebut memadukan buku cetak dengan ekosistem pembelajaran digital interaktif.

Ia menegaskan, pihak penerbit harus terus beradaptasi dengan karakter pelajar masa kini agar edukasi tidak lagi bersifat kaku maupun berjalan dalam satu arah.

"Anak sekarang sudah digital native yang lebih suka dan sangat terbiasa dengan digitalisasi maupun teknologi. Kita tidak bisa memberikan pembelajaran yang hanya cetak saja atau hanya satu arah," ujar Rengganis, Rabu, 12 Agustus 2026.

Terobosan mutakhir ini turut mendapatkan apresiasi positif dari Widyaiswara Ahli Madya Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Dr. Eneng Susilawati.

Ia menilai materi yang disajikan oleh Erlangga sangat aplikatif dalam membantu para pendidik menerjemahkan modul teoretis menjadi aktivitas konkret dengan mengoptimalkan Papan Interaktif Digital (PID) di ruang kelas.

“Sekolah-sekolah sudah punya PID. Mereka tidak lagi hanya menggunakan PID untuk presentasi, tapi aktivitas sehari-hari itu betul-betul sudah combine dengan teknologinya,” ucap Eneng.

Dukungan senada juga disampaikan secara langsung oleh figur publik Tanah Air, Shahnaz Haque, yang menyoroti urgensi metode praktikum interaktif guna mengimbangi tingginya interaksi gawai pada anak.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi edukatif yang tepat guna sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki adab luhur saat menuntut ilmu.

“Generasi muda itu bukan hanya menang otak, tapi juga mesti bagus akhlak. Adabnya mesti bagus, bagaimana dia menghormati guru pada saat ada percobaan, ada lab. Dengan adanya terobosan Erklika Lab ini menggantikan kebiasaan bermain zaman dulu, dipakai bermain ilmu seperti yang sekarang,” ujarnya.

Mewakili representasi Generasi Z, Putri Solo 2024, Adine Arinza, turut menyepakati integrasi antara teori di buku dan praktik virtual akan mengasah kemampuan pemecahan masalah secara optimal.

Ia berharap pendekatan interaktif ini mampu menempatkan posisi buku cetak bukan sekadar bahan bacaan, melainkan medium edukasi yang menyenangkan.

"Teori itu harus selalu berjalan berdampingan dengan praktik. Buku ini bukan hanya untuk dibaca dan dipelajari, tapi menjadi teman untuk belajar bersama, teman bermain ilmu," kata Adine. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....