Humas SD Muhammadiyah 1 Solo Ikuti Akademi Dakwah Digital MUI

  • 10 Agt 2026 06:14 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta – Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah Dwi Jatmiko menjadi peserta Akademi Dakwah Digital (ADD) Batch 1 yang diselenggarakan Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Program ADD digelar secara daring melalui Zoom MUI mulai Sabtu (1/8/2026) hingga 17 Oktober 2026 dengan total 12 pertemuan.

Keikutsertaan dalam program ADD menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dakwah di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Akademi Dakwah Digital menghadirkan materi yang memadukan pemahaman keislaman, etika dakwah, keterampilan media, produksi konten, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

“Saya bangga mengikuti Akademi Dakwah Digital Komisi Dakwah MUI. Bersama kita tingkatkan kompetensi dakwah berbasis teknologi, media digital, dan AI demi mewujudkan dakwah profesional, inovatif, dan bermanfaat bagi umat. Mari sukseskan program ini,” kata Jatmiko, Minggu 09 Agustus 2026.

Berdasarkan rundown kegiatan yang dishare oleh panitia, pertemuan perdana pada 1 Agustus 2026 membahas Fiqh Dakwah yang disampaikan Ketua Komisi Dakwah MUI, Saiful Bahri, serta Kode Etik Dakwah Digital oleh Nur Ihsan Zaidi.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi Islam dan Kebangsaan, mencetak creator Muslim yang amanah, ramah, dan humanis, ragam aplikasi ringan penunjang dakwah digital, penggunaan AI sebagai alat dakwah, script video dan teknik rekam.

Kemudian juga dakwah reels dan shorts, teknik podcast serta live streaming, pembuatan poster dakwah dan infografis Islam, produksi video, teknik mencari kitab asli atau manuskrip, copywriting dakwah, hingga pengembangan SDM dan tata kelola media.

Rangkaian program ditutup pada 17 Oktober 2026 melalui taujihat dan pengesahan kelulusan peserta ADD MUI yang dilanjutkan post-test di Aula MUI secara tentatif.

Jatmiko berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam penguatan komunikasi publik dan dakwah melalui media digital, khususnya bagi generasi muda di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pesan keislaman dapat disampaikan secara kreatif, santun, edukatif, dan bertanggung jawab.

“Dakwah digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menghadirkan nilai kebaikan dengan cara yang relevan bagi Masyarakat dan saat ini saya diberi amanah untuk membantu kehumasan amanah dan sekolah Muhammadiyah salah satu ujung tombak dakwah Muhammadiyah,” ujarnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....