Astrid Widayani Pimpin Tabur Bunga Peringatan Serangan Umum Empat Hari Surakarta

  • 07 Agt 2026 21:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta menggelar prosesi tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Jurug, sebagai bagian dari rangkaian peringatan peristiwa bersejarah Serangan Umum Empat Hari di Surakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Dalam kesempatannya, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan bahwa peristiwa Serangan Umum Empat Hari menunjukkan besarnya peran masyarakat, khususnya para pemuda saat itu, dalam mempertahankan keutuhan NKRI

"Serangan Umum Empat Hari di Kota Surakarta ini menunjukkan adanya satu gerakan dari masyarakat khususnya anak-anak muda yang peduli pada kesatuan Negara Republik Indonesia. Ini menunjukkan sampai kapan pun kita semua masyarakat Kota Surakarta harus terus mengingat jasa para pahlawan, menjaga persatuan dan kesatuan," kata Astrid Widayani.

Astrid Widayani juga berpesan kepada para generasi penerus bangsa, agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.

"Anak-anak muda, generasi penerus tidak boleh gampang terpengaruh pada hal-hal negatif apalagi yang sifatnya memecah belah kesatuan bangsa. Jadi ini menjadi pengingat dulu anak-anak muda juga berjuang di Kota Surakarta untuk menjaga kedaulatan kita. Jadi ini harus terus kita tegakkan sampai kapan pun," katanya menambahkan.

Selain Astrid Widayani, prosesi tabur bungan ini juga diikuti jajaran Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala OPD, pelajar hingga organisasi masyarakat dan elemen keluarga veteran atau pejuang.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta, Agus Santosa, menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan tentara pelajar yang berjuang tanpa pamrih demi bangsa dan negara. Menurutnya, tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

"Dengan kondisi saat itu orang berjuang tanpa pamrih, berjuang untuk bangsa dan negara. Nah, ini menjadi patut diteladani bagi kita semua. Harus kita isi kemerdekaan ini dengan sesuatu yang bagus lah. Para pejuang dulu itu memperjuangkan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara, kita generasi saat ini tinggal meneruskan perjuangan beliau-beliau itu," ucap Agus Santosa.

Agus Santosa juga berharap agar jiwa patriotisme tersebut tidak redup seiring berkembangnya zaman, serta mengajak masyarakat untuk menyemarakkan peringatan ini dan Hari Kemerdekaan dengan menjaga kebersihan lingkungan hingga mengibarkan bendera merah putih.

"Jiwa patriot bagi para pejuang dulu harus kita teladani. Dalam rangka Serangan Umum dan Kemerdekaan ini ya kita harus kampung kita bersihkan, bendera kita kibarkan, semangat untuk kerja bakti, semangat memeriahkan itu harus kita gelorakan terus. Jangan sampai semangat-semangat itu redup dengan berkembangnya zaman," ucap Agus Santosa.

Melalui peringatan dan prosesi ziarah tabur bunga ini, Pemkot Surakarta berharap nilai-nilai nasionalisme serta persatuan tetap terpatri kuat di dada seluruh warga Kota Surakarta, khususnya generasi muda. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....