Riset Doktor UNS Inovasikan Mortar Kapur Rami untuk Pemugaran Heritage
- 06 Agt 2026 23:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Program Studi S3 Ilmu Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencatatkan terobosan baru dalam bidang konservasi bangunan bersejarah.
Penelitian doktoral tersebut berhasil mengembangkan material perbaikan berbahan dasar kapur dengan penguatan serat alami rami untuk mendukung pemugaran cagar budaya.
Dr. Hana Wardani Puruhita memaparkan penelitian disertasinya yang berjudul “Kompatibilitas antara Bata Merah dan Mortar Repair Berbahan Dasar Kapur dengan Material Bangunan Heritage” ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan bangunan heritage terhadap kerusakan lingkungan.
Mengingat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya mensyaratkan metode yang tidak merusak, penggunaan material yang kompatibel menjadi syarat mutlak dalam setiap proses restorasi.
"Ketika kita pakai mortar repair berbahan dasar kapur itu akan kompatibel atau cocok dengan bangunan heritage. Mau tahun berapa pun asal itu pakai materialnya mortar kapur, itu bisa diaplikasikan," kata Dr. Hana Wardani Puruhita dalam Yudisium Promosi Doktor di kampus setempat, Kamis, 6 Agustus 2026.
Hana menjelaskan bangunan bersejarah berumur di atas 50 tahun umumnya menggunakan spesimen mortar kapur, bukan semen portland.
Jika diperbaiki menggunakan semen modern, perbedaan karakteristik material justru akan memicu retakan hingga mengelupasnya struktur asli bangunan peninggalan masa lampau tersebut.
Keberhasilan riset inovatif ini mendapat apresiasi dari selaku Promotor Penelitian, Prof. Senot Sangadji.
Menurutnya, penelitian doktoral harus mampu melahirkan teknologi yang menjawab persoalan nyata di lapangan, khususnya dalam menyelamatkan aset-aset bersejarah milik instansi pemerintah maupun masyarakat.
"Untuk kementerian, untuk mereka-mereka yang menanti apakah gedung stasiun itu bisa dilestarikan dan diberdayakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran mereka yang bergantung hidupnya pada stasiun tersebut," ujar Prof. Senot.
Dr. Hana Wardani Puruhita dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90 dan masa studi lima tahun, serta dibebaskan dari ujian terbuka promosi doktor.
Hasil riset ini diharapkan menjadi acuan standar baru bagi revitalisasi aset-aset bersejarah seperti stasiun kereta api kuno hingga kawasan keraton di Indonesia. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....