TP PKK Surakarta Perkuat Peran Ibu Rumah Tangga dalam Gerakan Pilah Sampah

  • 06 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surakarta terus memperkuat peran ibu rumah tangga dalam upaya mengurangi timbulan sampah dari sumbernya. Salah satunya melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan sampah organik menggunakan eco enzyme yang digelar di Pendopo Kecamatan Banjarsari.

Ketua TP PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, mengatakan ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan perilaku di lingkungan keluarga. Karena itu, pihaknya menghadirkan pegiat lingkungan asal Jerman yang dikenal sebagai "Bule Sampah", Benedict Wermter, untuk memberikan motivasi sekaligus penguatan kepada kader PKK.

"Jadi memang saya mengundang Bule Sampah untuk memantapkan, menguatkan ibu-ibu, memotivasi ibu-ibu supaya tetap semangat memilah sampah. Harapannya ibu-ibu sebagai pondasi keluarga bisa menggerakkan seluruh anggota keluarga, mengajak anak-anaknya, kemudian menginfluence ayahnya agar menerapkan pemilahan sampah di rumah tangga," ujar Venessa, Kamis, 6 Agustus 2026.

"Kita tahu sekitar 70 persen sampah di Kota Solo berasal dari rumah tangga. Harapannya, dengan penggerakan ibu-ibu ini bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPA."

Menurut Venessa, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari keluarga. Melalui kader PKK yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan RT, edukasi mengenai pemilahan sampah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Sementara itu, Pegiat Sampah asal Jerman, Benedict Wermter, menilai perubahan pengelolaan sampah tidak cukup hanya melalui sosialisasi kepada masyarakat, tetapi harus dilakukan secara sistematis sejak usia dini hingga melibatkan seluruh elemen masyarakat.

"Kami tidak hanya melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu, RT maupun RW, tetapi juga mulai dari sekolah. Kami sudah memiliki kurikulum untuk berbagai kelompok sasaran beserta metodologinya. Bersama Pemerintah Kota Surakarta kami sedang mencari solusi agar ke depan benar-benar terjadi perubahan. Salah satu persoalan terbesar saat ini masih banyak sampah di sungai dan sistem open dumping di TPA," katanya.

Karena itu prioritasnya adalah mengurangi sampah yang masuk ke TPA dengan memulai dari rumah, memilah sampah, kemudian mengumpulkannya agar dapat mendukung ekonomi sirkular karena industri daur ulang sebenarnya membutuhkan lebih banyak sampah yang sudah terpilah."

Melalui penguatan kader PKK tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap gerakan memilah sampah dari rumah tangga dapat menjadi budaya baru masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan persoalan sampah secara berkelanjutan di Kota Solo. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....