UNDP Dampingi Pengelolaan Sampah Sungai Premulung Selama Masa Uji Coba

  • 06 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pengelolaan Material Recovery Facility (MRF) dan trash barrier di Sungai Premulung, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, akan mendapat pendampingan dari Village Enterprise Lab (VEL) bersama United Nations Development Programme (UNDP) sebelum nantinya dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, mengatakan selama masa awal operasional, tim pendamping akan membantu pengelolaan fasilitas sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem yang diterapkan.

"Nanti selama satu tahun mereka akan membantu mengelola di sini. Saat ini baru tiga lokasi dulu yang menjadi percontohan. Setelah itu akan kita evaluasi. Kalau hasilnya baik, harapannya program seperti ini bisa diterapkan di tempat lain juga," ujar Venessa, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menambahkan, keberadaan trash barrier sudah menunjukkan hasil awal yang positif. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, aliran sungai yang telah dipasangi alat tersebut terlihat lebih bersih dibandingkan bagian sungai yang belum dipasang.

"Kita bisa melihat sendiri perbedaannya. Sungai yang sudah dipasang trash barrier lebih bersih dan jernih, sedangkan yang belum masih banyak sampah menumpuk. Nantinya kita juga akan memiliki data mengenai berapa banyak sampah yang dibuang ke sungai sehingga bisa menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah," katanya.

Pelaksana Tugas Lurah Pajang, Ganang Sambodo, menjelaskan selama masa uji coba telah disiapkan tenaga operasional untuk menangani pengangkatan dan pengelolaan sampah di lokasi.

"Sudah ada petugas yang disiapkan untuk pengelolaan. Selama masa uji coba, pengelolaan masih didampingi oleh UNDP. Setelah beberapa bulan, pendampingan akan dikurangi secara bertahap, tetapi tetap ada proses pembinaan agar nantinya pengelolaan bisa berjalan secara mandiri," jelas Ganang.

Menurut Ganang, sistem tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan Sungai Premulung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Surakarta. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....