Kemenaker Siapkan Program Magang dan Pelatihan Gratis untuk Tekan Pengangguran
- 04 Agt 2026 11:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Republik Indonesia terus berupaya menekan angka pengangguran serta mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai melalui penguatan program pelatihan vokasi dan perluasan pemagangan. Langkah ini menjadi jembatan penting bagi lulusan Universitas maupun calon pekerja untuk dapat diserap oleh pasar kerja.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemenaker, Indah Anggoro Putri, mengungkapkan bahwa pemerintah mendapatkan Anggaran Tambahan (ABT) dari Presiden Prabowo Subianto.
Anggaran tersebut difokuskan untuk memperluas kuota magang hingga 150.000 orang serta menyediakan pelatihan gratis bagi masyarakat.
"Terkait dengan terobosan untuk pembuka lapangan kerja, program-program yang ada sekarang sudah banyak, magang kemudian pelatihan. Magang kemarin sudah angkatan pertama 100.000, sekarang 150.000 orang. Tujuannya adalah untuk benar-benar mempersiapkan adik-adik lulusan Universitas untuk siap masuk pasar kerja, dan kami Kemenaker Alhamdulillah baru mendapat ABT dari Pak Presiden Prabowo untuk pelatihan dan pemagangan," kata Indah Anggoro Putri saat ditemui di acara kolaborasi Kemenaker dan BAZNAS RI dalam penyaluran tenaga kerja disabilitas pada 31 Juli 2026 di Boyolali.
Indah Anggoro Putri juga menambahkan, program pelatihan yang diselenggarakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota bisa diakses secara gratis.
Program ini mencakup upskilling maupun reskilling, serta ditujukan tidak hanya bagi pencari kerja umum dan kelompok disabilitas, tetapi juga bagi para pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ditambahkan Indah Anggoro Putri, bagi pekerja ter-PHK yang ingin berganti profesi atau beralih menjadi wirausahawan, Kemenaker menyediakan sarana pelatihan gratis untuk menyesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang masih terus tumbuh, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
"Jadi pelatihan ini adalah jembatan untuk menyiapkan calon-calon pekerja. Ada upskilling, reskilling, termasuk di dalamnya adalah pelatihan untuk disabilitas dan juga para pekerja ter-PHK, kalau mereka mau mengikuti pelatihan tersedia di BLK-nya pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, gratis," katanya menambahkan.
Selain melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, Kemenaker juga aktif mempertemukan para pencari kerja dengan pemberi kerja melalui platform-platform digital resmi guna memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di seluruh daerah. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....