Korban Kebakaran Aspol Panularan Berharap Bantuan Sewa Rumah

  • 03 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Korban kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Panularan berharap mendapatkan bantuan untuk menyewa rumah setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Sebagian korban kini tinggal sementara di aula Aspol setelah sebelumnya sempat menempati Loji Gandrung.

Salah satu korban kebakaran, Eko Agung Supriadi, mengatakan Pemkot Surakarta telah menawarkan rusun di sejumlah lokasi sebagai tempat tinggal sementara. Namun, unit yang ditawarkan berada di lantai atas, sedangkan sebagian besar korban terdampak merupakan lanjut usia.

"Pemkot menawari rusun di Manahan, Baron, Mangkubumen, Jebres, sama Mojosongo, lima kamar, tapi di lantai atas semua. Padahal hampir rata-rata korban yang terdampak banyak lansianya," kata Eko, Senin 3 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat para korban sepakat tidak mengambil tawaran rusun dan memilih kembali ke aula Aspol Panularan. Eko mengaku korban masih kebingungan karena belum memperoleh kepastian tempat tinggal selanjutnya.

"Makanya tadi sepakat menolak semua. Bukannya kita enggak mau, tapi memang realnya kayak gitu, Mas. Makanya kita tadi kembali ke sini," ujarnya.

Eko mengatakan kebutuhan sehari-hari korban sejauh ini banyak terbantu oleh warga, teman, dan sejumlah pihak. Namun, menurut Eko, persoalan utama saat ini adalah tempat tinggal jangka menengah bagi korban, terutama penghuni yang telah purna tugas.

"Sebenarnya kita minta kompensasi berapa pun nominalnya, minimal buat bisa ngontrak satu tahun. Biar kita bisa pulih, harta benda kita kan habis semua, enggak ada yang tersisa sama sekali," ucapnya.

Eko menyebut sebagian besar penghuni terdampak merupakan anggota kepolisian yang telah purna tugas, sedangkan anggota yang masih berdinas hanya dua orang. Karena itu, korban berharap ada solusi bagi penghuni purna tugas yang nantinya tidak dapat kembali menempati asrama.

Kebakaran juga berdampak terhadap usaha sejumlah korban, termasuk usaha penjualan kacamata milik Eko dan usaha laundry milik warga lainnya. Barang dagangan hingga peralatan usaha ikut terbakar sehingga korban membutuhkan waktu untuk kembali memulihkan kondisi ekonomi. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....