Kebakaran TPA Troketon Klaten, 16 Jam Baru Dapat Dipadamkan
- 02 Agt 2026 19:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Kebakaran hebat melanda tempat pemrosesan akhir (TPA) Troketon Pedan Klaten. Kebakaran terjadi Sabtu 1 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB pada zona Landfil 1 dan baru dapat dipadamkan 16 jam kemudian yakni pada sekitar pukul 04.30 WIB atau Minggu pagi.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten Sumino kepada RRI.CO.ID, mengatakan untuk memadamkan api tersebut pihaknya mengerahkan sedikitnya 60 personil gabungan baik Damkar Klaten , TRC BPBD Klaten dan juga para relawan. Selain itu juga mengerahkan empat unit mobil Damkar dan tiga unit mbil pemadam dari BPBD Klaten.
“Kami mengerahkan empat mobil pemadam kebakaran dan tiga unit dari BPBD Klaten untuk suplai air. Ada sekitar 60 personil yang kita kerahkan baik dari Damkar Klaten, TRC BPBD dan para relawan.,” kata Sumino, Minggu 2 Agustus 2026.
Dikatakan Sumino, untuk mencegah perluasan kebakaran, pihaknya juga mengerahkan tiga unit alat berat milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten.
Dampak terjadinya kebakaran TPA Troketon juga dirasakan warga yang berdekatan langsung dengan lokasi kebakaran. Dampak yang terjadi asap kebakaran yang masuk ke perkampungan yang cukup menggangu pernapasan.
Kepala Desa Kaligawe Kecamatan Pedan Ari Sutikno mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk membantu warga dengan meminta bantuan masker kepada Kecamatan Pedan dan ada bantuan dari BPB yang kemudian dibagikan kepada warga terdampak.
“Kemarin kita berusaha karena ada permintaan warga, kasian ini pak warga dampak dari asap tersebut minta masker kan begitu. Kita dapat masker. BPBD juga membagikan,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten Srihadi mengatakan luasan yang terbakar pada TPA Troketon kurang lebih 1,5 hektar. Sedangkan untuk penyebab kebakaran berdasarkan hasil asesmen masih dalam proses penyidikan. Namun dugaan sementara kebakaran dipicu oleh adanya ledakan dari dalam tumpukan sampah.
"Peristiwa kebakaran TPA Troketon juga pernah terjadi pada tahun 2023," kata Srihadi. Adam Sutanto MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....