Wisuda Purna Bhakti Bhayangkara Polres Sragen Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora
- 01 Agt 2026 13:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Suasana haru menyelimuti Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sragen saat Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, memimpin rangkaian pelepasan personel yang memasuki masa purna bhakti melalui tradisi Pedang Pora, Kamis 30 Juli 2026.
Tradisi yang sarat makna tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir dari keluarga besar Polri kepada para personel yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Wisuda Purna Bhakti Bhayangkara Periode 1 Januari hingga 1 Juli 2026 di Lapangan Wirapratama Polres Sragen. Dalam upacara ini, para wisudawan menerima penghargaan berupa pengalungan samir, penyematan medali, dan piagam sebagai simbol apresiasi institusi atas dedikasi serta loyalitas mereka.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran bersama di Aula Satya Haprabu Polres Sragen. Dalam suasana penuh keakraban, para wisudawan beserta keluarga menerima ucapan selamat dari pimpinan serta seluruh anggota Polres Sragen.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pelepasan resmi melalui tradisi Pedang Pora. Diiringi penghormatan dari personel yang membentuk barisan kehormatan dengan pedang terhunus, para wisudawan melangkah perlahan melintasi lorong Pedang Pora menuju gerbang Mapolres Sragen.
Prosesi penghormatan ini diberikan kepada Kompol Purn Purwanta, Kompol Purn Tri Maryono, Ipda Purn Paijo, Ipda Purn Haryani, Ipda Purn Bambang Supriyanto, Ipda Purn Supadi, Ipda Purn Budiyanto, Aiptu Joko Susilo, ASN Wagiyo, dan ASN Suroto yang resmi mengakhiri masa dinas aktifnya.
Setibanya di gerbang Mapolres Sragen, para wisudawan disambut secara resmi oleh Ketua Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Cabang Sragen beserta jajaran pengurus sebagai penanda transisi pengabdian ke dalam keluarga besar PP Polri.
Dengan penuh khidmat, para purnawirawan kemudian menaiki becak hias yang telah disiapkan. Iring-iringan becak membawa mereka meninggalkan Mapolres Sragen menuju Kantor PP Polri Cabang Sragen, diiringi tepuk tangan dan salam penghormatan dari seluruh personel.
Dalam amanatnya, Kapolres Sragen Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa Wisuda Purna Bhakti merupakan tradisi kehormatan untuk mengapresiasi setiap insan Bhayangkara yang telah menuntaskan tugas dengan penuh integritas.
"Upacara Wisuda Purna Bhakti Bhayangkara merupakan tradisi sakral di lingkungan Polri yang sarat makna. Ini adalah bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para personel yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik," ujar Dewiana, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Sabtu 1 Agustus.
Bagi keluarga besar Polres Sragen, tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus doa agar para purnawirawan senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....