Atap Nyaris Ambruk, Puluhan Siswa TK Gaya Baru III Surakarta Belajar dalam Bahaya

  • 28 Jul 2026 12:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Puluhan siswa di Taman Kanak-Kanak (TK) Gaya Baru III yang berlokasi di Kelurahan Jebres, Kota Surakarta, terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di bawah ancaman bahaya.

Bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1980 tersebut mengalami kerusakan infrastruktur parah, terutama pada bagian plafon dan kerangka atap kayu yang telah lapuk dimakan usia.

Kepala TK Gaya Baru III Surakarta, Ninik Santoso, mengungkapkan kerusakan fisik bangunan mulai memburuk sejak tahun 2018.

Pihak sekolah hanya bisa mengandalkan dana SPP siswa yang minim untuk sekadar menambal kebocoran. Ironisnya, bangunan tersebut juga sempat diterjang angin puting beliung yang merusak struktur atap seng.

"Atap plafon itu sudah sering jatuh sendiri. Saya mau perbaiki, tapi kerangka kayunya sudah lapuk semua. Dipegang saja langsung patah, jadi saya tidak berani," ujar Ninik Santoso, Senin, 27 Juli 2026.

Ninik mengaku selalu dihantui rasa waswas, terutama saat musim hujan tiba. Kebocoran yang masif membuat air hujan mengucur deras ke dalam ruang kelas bagaikan air terjun, sehingga memaksa para guru dan siswa bekerja keras menguras air agar bisa kembali belajar.

"Kalau hujan itu ya ampun, kita sampai enggak bisa tidur karena takut ada angin besar terus besoknya TK-nya roboh. Kelasnya bocor seperti Grojogan Sewu. Anak-anak harus lepas sepatu, nunggu kering baru bisa masuk kelas," kata Ninik.

Pihak sekolah sebenarnya telah melaporkan kondisi memprihatinkan ini ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Pengajuan revitalisasi tahap satu pun diklaim telah disetujui secara teknis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pusat.

Namun nahas, janji relokasi sementara ke SD terdekat belum juga terealisasi hingga saat ini.

Alokasi perbaikan justru dialihkan ke sekolah lain yang dinilai lebih diprioritaskan karena faktor aspirasi, membiarkan 28 siswa TK Gaya Baru III yang rata-rata berasal dari keluarga prasejahtera, tetap belajar di bawah atap reyot tanpa kepastian.

Merespons situasi darurat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, membenarkan kondisi infrastruktur bangunan TK Gaya Baru III saat ini sangat mengkhawatirkan.

Pihaknya telah menyarankan opsi relokasi sementara ke sekolah terdekat yakni SD Negeri Bulukantil dan SD Negeri Ngoresan agar siswa tetap aman.

“Untuk mitigasi awalnya supaya anak-anak tetap bisa belajar, sementara ini kami sarankan untuk menggunakan gedung sekolah dasar terdekat yang kondisinya jauh lebih memungkinkan dan kondusif untuk dipakai pembelajaran,” kata Dwi.

Selain langkah mitigasi awal, Dwi memastikan Dinas Pendidikan akan mengupayakan usulan pembiayaan perbaikan gedung melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Meskipun berstatus swasta, bantuan perbaikan fisik dari pemerintah daerah nantinya dapat disalurkan kepada TK Gaya Baru III dalam bentuk dana hibah.

“Sementara nanti kami upayakan untuk bisa diusulkan mendapatkan bantuan rehab atau revitalisasi terkait bangunan gedungnya. Walaupun swasta, kan kita bisa memberikan semacam hibah. Hanya saja, memang ini perlu izin dari Dewan dan juga persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah” ucapnya. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....