Dalang Asal Boyolali Dorong Wayang Kulit jadi Pembelajaran Sekolah
- 25 Jul 2026 04:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Dalang muda asal Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Ki Gondo Wartoyo mengusulkan agar wayang kulit menjadi bagian dari lingkungan sekolah melalui pembelajaran berbasis budaya. Menurutnya tokoh-tokoh wayang juga perlu dihadirkan sebagai media edukasi yang dapat dilihat siswa setiap hari.
Harapan tersebut disampaikan Ki Gondo saat menjadi narasumber dalam Workshop Penguatan Pembelajaran Berbasis Kebudayaan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V, di SMAN 1 Karanganom, Kabupaten Klaten, Kamis, 24 Juli 2026.
Dalam acara tersebut yang juga dihadiri para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan, Ki Gondo menekankan pentingnya memperkenalkan budaya kepada generasi muda melalui cara yang dekat dengan kehidupan mereka. Menurutnya, sekolah merupakan tempat paling strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
"Permintaan saya tidak hanya mengadakan pagelaran wayang kulit, tetapi juga menghadirkan tokoh-tokoh wayang di sekolah. Dengan begitu, siswa dapat mengenal, memahami, dan mencintai budaya bangsa setiap hari," kata Ki Gondo Wartoyo.
Sekolah menurutnya tidak hanya berfungsi meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter melalui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya, seperti kejujuran, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan sikap saling menghormati.
Ditambahkan Ki Gondo Wartoyo, generasi muda bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penentu masa depan budaya Indonesia. Wayang kulit tidak boleh hanya menjadi warisan yang dipertontonkan pada acara tertentu, tetapi harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber inspirasi.
"Generasi muda bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penentu masa depan budaya Indonesia. Mereka harus diberi ruang untuk mengenal, memahami, dan mengembangkan budaya sesuai zamannya," katanya menambahkan.
Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah yang juga hadir dalam acara menegaskan bahwa pembelajaran berbasis kebudayaan tidak hanya menjadi materi di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui praktik dan apresiasi seni.
Sehingga ke depan mampu menumbuhkan karakter serta kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia, salah satunya wayang kulit agar tetap lestari dan dikenal generasi penerus. (JK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....