UMS dan SIT Selandia Baru Jajaki Kerja Sama Strategis, Siapkan Pilot Project

  • 23 Jul 2026 21:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id menerima kunjungan balik dari Southern Institute of Technology (SIT) Selandia Baru. UMS sendiri telah melakukan kunjungan ke SIT pada Mei lalu.

Kegiatan kunjungan ini berlangsung hangat dan terbuka, Rabu 22 Juli 2026 di Gedung Induk Siti Walidah. Kedua belah pihak saling berdiskusi dan membuka peluang kerja sama yang bisa dicanangkan untuk ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) di kemudian hari.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., sendiri sangat tertarik dengan peluang kerja sama yang ditawarkan oleh SIT untuk menjadikan UMS sebagai pusat tes bahasa Inggris NZCEL (New Zealand Certificate in English Language).

"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dan kami sangat senang apabila kita diskusi lebih lanjut lagi lalu dipayungi dengan MoU," ujar Harun.

NZCEL sendiri merupakan adalah sertifikat kemampuan berbahasa Inggris yang dikeluarkan oleh Selandia Baru. Menurut pernyataan dari perwakilan SIT sebagai International Manager Riza Ambadar, sertifikat ini setara dengan sertifikat bahasa seperti IELTS dan TOEFL.

Di hadapan Rektor, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional, direktur DRPPS, DRKUI, Sekolah Vokasi, Kaprodi S3 Rekayasa Berkelanjutan, dan bidang riset lainnya, Riza juga menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama yang luas dengan UMS. Ia juga memperkenalkan program dual degree agar mahasiswa tetap dapat menjalani perkuliahan di Indonesia tetapi mendapatkan kualifikasi dari SIT.

Menurut pengakuan Riza, semua program pendidikan di Selandia Baru diawasi secara ketat oleh NZQA (New Zealand Qualification Authority) yang menjamin kualitas pendidikan di Selandia Baru itu setara.

Selain itu, Riza juga menyampaikan peluang adanya joint research, visiting lecturer, dan program lainnya. Tetapi ia akan menyampaikannya terlebih dahulu dengan pihak di fakultas atau unit agar bisa segera diwujudkan bentuk kerja sama yang memungkinkan.

"Mudah-mudahan ada beberapa hal yang bisa segera kita jadikan pilot project supaya ada bentuk konkretnya. Jadi, MoU kita nanti tidak hanya berupa kertas yang kita tandatangani saja, tetapi ada action plan-nya yang lebih jelas," jelas Riza.

Usai pertemuan ini, kedua belah pihak akan melakukan komunikasi lebih lanjut untuk menindaklanjuti peluang kerja sama yang bisa diteken. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....