LENTERA PANGAN ATUR DISTRIBUSI SEMBAKO, TEKAN KEMACETAN dI KOTA SOLO
- 23 Jul 2026 07:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Perhubungan meluncurkan program Lentera Pangan atau Layanan Transportasi Efektif dan Ramah Distribusi Pangan. Program ini mendukung kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok sekaligus menekan dampak kemacetan di Kota Solo.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad mengatakan, program tersebut merupakan upaya pemerintah mengatur distribusi angkutan logistik sembako dari luar daerah hingga ke pusat pemasaran di Kota Surakarta. "Distribusi pangan yang lancar tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pokok, tetapi juga sistem transportasi dan pengaturan lalu lintas dari tempat produksi hingga lokasi pemasaran," ucapnya dalam dialog interaktif RRI, Rabu 22 Juli 2026.
Taufiq menjelaskan, Lentera Pangan memiliki empat pilar utama. Yakni pengaturan rute kendaraan logistik sembako, pengaturan jam operasional dan waktu bongkar muat, peningkatan kelengkapan jalan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan distribusi.
Melalui program ini, kendaraan angkutan sembako dengan tonase di atas batas kendaraan yang diperbolehkan masuk kota dapat diberikan dispensasi untuk melakukan bongkar muat di Kota Solo. Namun, kendaraan tersebut wajib mengikuti rute dan waktu operasional yang telah ditentukan.
Taufiq mengatakan, bongkar muat kendaraan besar akan diprioritaskan pada malam hari dan di luar jam sibuk, untuk menghindari penumpukan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di kawasan pusat pergudangan, khususnya sekitar Pasar Legi.
Ia menyebut, berdasarkan pemantauan Dinas Perhubungan, sekitar lima ratus hingga enam ratus truk masuk ke Kota Solo setiap harinya. Penumpukan terjadi karena sejumlah kendaraan datang dan melakukan bongkar muat pada waktu yang hampir bersamaan.
“ Karena dengan diizinkannya kendaraan yang 52 ton ke atas tetapi untuk pengiriman yang barang-barang sembako bisa memudahkan tetapi dengan konsekuensi dari pengaturan rute, pengaturan jam itu harus di apa jalankan oleh dari pelaku usaha transportasi tadi," kata Taufiq Muhammad.
Untuk mempermudah pelayanan, Dishub Kota Surakarta juga menyiapkan aplikasi Si Jaka atau Sistem Dispensasi Masuk Kota. Melalui aplikasi tersebut, pengusaha logistik maupun pengemudi dapat mengurus izin secara digital, mengetahui rute yang diperbolehkan, serta mendapatkan panduan perjalanan yang terintegrasi dengan Google Maps.
Selain layanan digital, Dishub tetap menyediakan pelayanan konvensional di sejumlah pos batas kota. Hal ini untuk membantu pengemudi yang mengalami kendala menggunakan aplikasi maupun yang membutuhkan konsultasi terkait rute dan jadwal bongkar muat.
Taufiq menegaskan, pelayanan dispensasi masuk kota untuk distribusi sembako tersebut tidak dipungut biaya. Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan pungutan liar dalam proses pelayanan.
Melalui Lentera Pangan, Pemerintah Kota Surakarta menargetkan distribusi logistik menjadi lebih lanca. "Waktu tempuh angkutan berkurang, kemacetan dapat ditekan, dan potensi kecelakaan lalu lintas bisa diminimalkan," ujar Taufik.
Program ini sekaligus menjadi solusi jangka pendek, sembari pemerintah menyiapkan pengembangan fasilitas pergudangan dan bongkar muat yang lebih memadai di Kota Surakarta. (Lidia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....