Muhibah Budaya Jadi Momentum Perkuat Kerja Sama Sragen dan Yogyakarta
- 22 Jul 2026 14:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kabupaten Sragen menyiapkan langkah lanjutan setelah pelaksanaan Muhibah Budaya dan Festival Mangkubumen 2026 bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Momentum kunjungan Sri Sultan Hamengkubuwono Kesepuluh ke Kabupaten Sragen dinilai menjadi peluang penting untuk mempererat hubungan historis sekaligus membuka kerja sama konkret di bidang kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Johny Adhi Aryawan, mengatakan, pemerintah daerah akan meningkatkan komunikasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY. Kedua daerah akan membawa rencana kerja dan program kegiatan yang berpotensi untuk dikerjasamakan.
Salah satu agenda yang akan dikembangkan yakni menggali potensi sejarah dan kebudayaan yang berkaitan dengan jejak perjuangan Pangeran Mangkubumi di wilayah Sragen.
“Nantinya bisa ditindaklanjuti dengan penjajakan kerja sama antar dua daerah di berbagai bidang. Jadi tidak hanya di kebudayaan tetapi sangat memungkinkan nanti penjajakan ini kerja sama di lintas sektor yang lain. Misalnya pariwisata, kemudian ekonomi kreatif dan sebagainya," kata Johny Adhi Aryawan, dalam dialog interaktif di RRI Selasa 21 Juli 2026.
Johny menjelaskan, pengembangan potensi sejarah perlu diawali dengan penguatan literasi. Penulisan bersama mengenai sejarah perjuangan di Kabupaten Sragen dan wilayah Sukowati diperlukan untuk menghasilkan literasi yang valid dan teruji.
Dari hasil literasi tersebut, sejarah dapat dikembangkan menjadi berbagai ekspresi budaya, mulai dari upacara adat, prosesi ritual, seni tari, pertunjukan, hingga produk wisata dan kegiatan jelajah sejarah.
Upaya tersebut sekaligus untuk merawat ingatan sejarah perjuangan Pangeran Mangkubumi dan mengenalkannya kepada generasi muda. "Penyampaian sejarah pun perlu dikemas secara menarik melalui literasi, pertunjukan seni, maupun film," katanya lebih lanjut.
Sementara itu, Sejarawan Yayasan Pastika Kabupaten Sragen, Tri Rahayu, menilai hubungan historis Sragen dan Yogyakarta sangat kuat. Sukowati memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah hingga lahirnya Kesultanan Yogyakarta.
Menurut Tri, kondisi geografis Sukowati yang berbukit dan berlembah mendukung strategi gerilya Pangeran Mangkubumi. Selain itu, Sukowati juga memiliki dukungan sumber daya manusia dan pangan bagi perjuangan tersebut.
“Memang kalau dari beberapa referensi di Babat maupun di beberapa analisis buat sejarawan dari luar itu menyebutkan Sukowati ini memang secara geografis lokasinya cukup memadai untuk melakukan semacam pergerakan gerilya dalam rangka perlawanan terhadap VOC saat itu," Tri Rahayu.
Tri berharap hubungan Sragen dan Yogyakarta tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sinergi kedua daerah harus memberikan dampak nyata melalui pengembangan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi.
Kolaborasi dapat dilakukan dengan memperkenalkan desa wisata, produk kerajinan, dan kuliner Sragen kepada wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Sebaliknya, potensi wisata Sragen juga dapat dipromosikan melalui jaringan pariwisata Yogyakarta. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....