Di Sekat Ruang Sempit, Asa 14 Murid SDN 4 Seloromo Tak Pernah Padam
- 21 Jul 2026 20:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Potret keterbatasan fasilitas dan krisis peserta didik mewarnai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri 4 Seloromo, Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Selain hanya menyisakan total 14 murid dari kelas satu hingga kelas enam, fasilitas ruangan di sekolah dasar negeri ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Fenomena sepinya pendaftar peserta didik baru di SDN 4 Seloromo dipicu oleh perubahan kondisi demografi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Lingkungan tempat sekolah berdiri diketahui hanya mencakup wilayah dua RT dengan mayoritas populasi penduduk berusia lanjut, sehingga tingkat kelahiran anak menjadi sangat rendah.
Guru SD Negeri 4 Seloromo, Suyono, mengisahkan fenomena minim murid sebenarnya sudah berlangsung sejak sekolah pertama kali berdiri. Namun kondisinya kian memprihatinkan dalam dua tahun ajaran terakhir karena tidak adanya pendaftar baru untuk kelas satu, sehingga tahun ini kelas satu hanya diisi satu siswa titipan yang usianya belum genap enam tahun.
“Di sini warganya sudah tua-tua dan permukiman cuma terdiri dari dua RT. Tingkat kelahiran sangat rendah. Sebenarnya ada bibit anak, tapi umurnya belum sampai enam tahun. Selain itu, ada juga orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya ke luar desa meskipun harus bayar ojek Rp250 ribu per bulan,” ujar Guru SDN 4 Seloromo, Suyono kepada wartawan, Selasa 21 Juli 2026.
Guna menampung seluruh jenjang kelas agar KBM dapat diselenggarakan secara mandiri dari kelas satu hingga kelas enam, pihak sekolah terpaksa membagi dan menyekat satu bangunan ruang kelas berukuran 7x9 meter menjadi empat ruangan kecil.
Suyono menjelaskan penyekatan ruang kelas ini merupakan inovasi internal yang terpaksa dilakukan sejak empat tahun lalu agar para siswa tidak perlu menumpang di sekolah lain dan lulusannya dapat menyelenggarakan ujian sekolah sendiri.
“Satu ruangan kita sekat jadi empat bagian untuk kelas bawah sampai kelas atas. KBM tetap berjalan, tapi kami antar guru harus saling pengertian. Pas menerangkan materi ya volumenya dipelankan, tidak keras-keras agar tidak mengganggu proses belajar kelas di sebelahnya,” ucapnya.
Meskipun harus mengajar di bawah sekat dinding tak utuh dan beberapa titik atap yang bocor saat hujan, dedikasi enam orang guru di SDN 4 Seloromo tidak surut. Seluruh guru konsisten hadir lengkap setiap hari untuk memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.
Guna meningkatkan kualitas lulusan serta menarik minat warga sekitar, jajaran pengajar juga menerapkan inovasi pembelajaran berupa penambahan jam pelajaran keagamaan seperti sholat zuhur berjamaah, program pembinaan Baca Tulis Alquran (BTA), serta kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami ingin membuktikan kalau sekolah ini tetap hidup, dan terbukti alumni sini juga banyak yang berhasil dan pintar-pintar sampai jenjang SMA dan SMK,” kata Suyono.
Kesejahteraan dan pemenuhan gizi para siswa di SDN 4 Seloromo kini juga semakin terjamin seiring masuknya sekolah ini dalam cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah secara rutin. Pihak sekolah berharap berbagai upaya dan dedikasi pengajaran ini dapat terus mempertahankan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di pedesaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....