Dorong Literasi Politik, Astrid Minta Tokoh Masyarakat Jadi Filter Informasi
- 21 Jul 2026 14:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mendorong penguatan literasi politik bagi tokoh masyarakat sebagai upaya memperkuat demokrasi dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengembangan Literasi Politik bagi Tokoh Masyarakat di Gedung Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Selasa 21 Juli 2026.
Astrid mengatakan tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput. Karena itu, mereka perlu memiliki fondasi literasi politik yang kuat agar mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijak.
"Kalau ibarat organ tubuh, setiap manusia punya jaringan saraf yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Saya kira tokoh masyarakat merupakan simpul-simpul dari akar rumput yang penting dalam bersuara dan menyikapi semua isu yang ada di masyarakat secara konkret. Jadi penting sekali memiliki kekuatan fondasi literasi politik," ujar Astrid.
Menurutnya, politik kerap dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat melalui isu-isu yang menyangkut perbedaan agama, keyakinan, maupun budaya. Kondisi tersebut berpotensi memicu konflik apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan menyaring informasi dengan baik.
"Politik ini sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, memecah belah, mengadu domba, atau membenturkan perbedaan agama, keyakinan, budaya, dan lain sebagainya sehingga masyarakat akhirnya tidak tenang dan cenderung berakhir dengan konflik," katanya.
Astrid menjelaskan Pemerintah Kota Surakarta selama ini telah memiliki berbagai forum yang melibatkan tokoh masyarakat, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), PKK, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Namun, menurutnya, penguatan literasi politik perlu menjadi perhatian tersendiri sebagai bagian dari proses demokrasi.
"Saya menekankan lebih ke fondasi literasi politik sebagai bagian dari proses demokrasi yang sedang berjalan. Ke depan akan banyak isu-isu sensitif dan benturan kepentingan yang mungkin mengatasnamakan demokrasi maupun hak beraspirasi," ucapnya.
Ia berharap tokoh masyarakat dapat menjadi filter, tameng, sekaligus fondasi yang kuat dalam menjaga kehidupan bermasyarakat. Menurut Astrid, setiap informasi yang beredar perlu dicek dan diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
"Saya ingin menekankan supaya tokoh masyarakat bisa menjadi filter, bisa menjadi tameng, bahkan menjadi fondasi yang kuat. Apa yang menjadi kebenaran itu harus dicek dan difilter dengan baik," ujarnya.
Astrid menilai penguatan literasi politik menjadi salah satu langkah penting untuk membangun masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi. Dengan demikian, perbedaan pandangan dapat disikapi secara bijaksana tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....