Kepala SMA Muh 2 Solo Nilai Jagat Wayang RRI Dekatkan Budaya ke Generasi Muda

  • 20 Jul 2026 20:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Program Jagat Wayang yang dikembangkan RRI Surakarta mendapat apresiasi dari dunia pendidikan. Melalui konten pewayangan berdurasi singkat di media sosial, program ini dinilai mampu menghadirkan cara baru dalam mengenalkan budaya Jawa kepada generasi muda yang akrab dengan platform digital.

Saat sosialisasi program Jagat Wayang di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, Senin 20 Juli 2026, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, Sri Darwati, mengatakan penyajian wayang dalam format digital menjadi jawaban atas perubahan pola konsumsi informasi di kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda cenderung menyukai konten yang ringkas, menarik, namun tetap memiliki nilai edukatif.

"Kalau selama ini anak-anak dengan wayang itu tidak begitu tertarik karena disampaikannya secara konvensional dan durasinya panjang. Dengan adanya digitalisasi seperti yang dilakukan RRI, cukup menarik karena sudah mengikuti tren perkembangan anak-anak generasi muda saat ini," ujarnya.

Sri Darwati mengungkapkan dirinya telah melihat contoh konten Jagat Wayang yang memperkenalkan tokoh-tokoh pewayangan beserta silsilah dan karakter masing-masing. Menurutnya, penyajian tersebut mampu membangkitkan rasa ingin tahu pelajar terhadap budaya Jawa tanpa harus mengikuti pertunjukan wayang yang berlangsung berjam-jam.

Ia menilai media sosial menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda. Konten digital dinilai mampu menjangkau pelajar lebih luas karena sesuai dengan kebiasaan mereka yang sehari-hari menggunakan telepon pintar.

"Kalau biasanya anak-anak melihat semuanya melalui gawai, dengan adanya digitalisasi seperti ini menjadi nilai tambah pengetahuan mereka tentang wayang. Paling tidak mereka mulai mengenal tokoh, karakter, dan nilai yang ada di dalamnya," katanya.

Sri Darwati menambahkan, SMA Muhammadiyah 2 Surakarta selama ini juga berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa melalui berbagai program sekolah. Mulai dari pementasan fragmen berbahasa Jawa, kunjungan ke Keraton Surakarta dan museum, hingga pelestarian permainan serta makanan tradisional.

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya di tengah derasnya perkembangan teknologi. Karena itu, ia berharap inovasi seperti Jagat Wayang terus dikembangkan agar budaya Jawa tetap hidup dan semakin dekat dengan kalangan pelajar. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....