OTT Bupati Sukoharjo, Wabup Pastikan Layanan Tetap Berjalan Normal

  • 10 Jul 2026 13:25 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO, ID, Surakarta - Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait kasus pemerasan terhadap bawahan terus menuai reaksi.

Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 8 jam di Mapolresta Solo, Etik Suryani dan 3 orang ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo langsung diterbangkan menuju Bandara Adi Soemarmo Solo guna menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK Jakarta.

Terkait OTT KPK terhadap Etik Suryani, Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo memastikan jika pelayanan masyarakat tetap berjalan baik.

"Kami belum bisa memberikan banyak komentar tentang status Bu Etik yang tertangkap OTT KPK. Kita masih menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara, persoalan apa. Kita menunggu nggih," ujar Wabup Eko Sapto saat ditemui sejumlah media di Taman Makam Pahlawan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80, Jumat 10 Juli 2026.

Wabup mengaku belum mengetahui detail perkara yang sedang ditangani KPK. Dia pun meminta dukungan doa agar proses hukum ini bisa berjalan dengan baik.

"Ya mohon doanya, kita semuanya terutama yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk bimbingan sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan baik-baik," katanya.

Mengenai roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo, Eko Sapto menjamin bahwa pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tidak akan terganggu.

Dia juga mengimbau agar para aparatur sipil negara (ASN) tetap tenang dan bekerja seperti biasa.

"Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK," tegasnya.

Saat ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan Etik Suryani sebelum kabar OTT berembus, Eko Sapto mengaku sempat bertemu dalam sebuah acara di markas militer. Namun, ia menegaskan tidak ada pembicaraan terkait masalah hukum atau hal mencurigakan lainnya

Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Dahono Marlianto, mengatakan saat OTT terjadi, dirinya tidak berada di Sukoharjo, sehingga belum mengetahui situasi yang terjadi.

"Saya belum bisa memantau, posisi kami kunjungan kerja di Surabaya. Detailnya seperti, kondisinya seperti apa, kita belum tahu," kata Dahono, saat dihubungi awak media, Jumat 10 Juli 2026.

Dia menyampaikan, komunikasi terakhir dengan Etik seperti biasa. Hanya membicarakan masalah kepartaian.

"Ya komunikasi seperti biasa, acara partai," kata dia.

Setelah ini, pihaknya akan menggelar rapat internal. Setelah rapat itu, pihaknya menyatakan akan memberikan keterangan ke publik.

"Nanti saya teman-teman baru rapat, nanti saja njih pernyataan. Nanti malah menjadi spekulasi," terangnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....