Pemkab Sukoharjo dan UMS Bersinergi Tekan Stunting di Desa Blimbing Gatak

  • 24 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Pemkab Sukoharjo berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam penanganan stunting di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan atau PPK Ormawa oleh organisasi mahasiswa "Prisma" UMS yang berfokus pada bidang riset dan pengabdian masyarakat.

Sebelumnya, tim tersebut berhasil meraih hibah program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengapresiasi serta menyambut terbuka inisiatif kontribusi aktif dari kalangan akademisi UMS.

“Ya, kami Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk terus membuka diri dan memperluas ruang kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi demi menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan di daerah,” ujar Eko usai menerima tim UMS, Kamis 24 Juli 2026.

Eko Sapto Purnomo juga berharap program pengabdian masyarakat UMS bisa dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan daerah, baik jangka pendek maupun menghasilkan rekomendasi empiris jangka Panjang.

Sementara itu, Perwakilan Tim PPK Ormawa UMS, Ahmad Kholid Al Ghofari, menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan dan dukungan penuh dari Pemkab Sukoharjo, khususnya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Tentu, kami berterima kasih kepada pemkab Sukoharjo khususnya pak Plt yang telah menerima kami utuk audiensi membahas untuk berbagi memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penunjukan Desa Blimbing di Kecamatan Gatak sebagai lokasi sasaran didasarkan pada data riset lapangan yang menunjukkan angka stunting di wilayah tersebut relatif masih perlu penanganan intensif.

Dalam pengabdian masyarakat di Desa Blimbing tersebut tim Prima UMS menerjunkan 8 program intervensi agar tujuan penurunan stunting nasional dapat terwujud melalui kontribusi nyata kampus.

“Pilihan kami jatuh ke Kecamatan Gatak karena angka stunting-nya tergolong tinggi di wilayah tersebut, dan yang paling tinggi berada di Desa Blimbing. Karena tim Prisma ini konsisten di bidang penelitian dan pengabdian, kami menerjunkan 8 program intervensi agar tujuan penurunan stunting nasional dapat terwujud melalui kontribusi nyata kampus," jelas Ahmad Kholid.(Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....