Disdik Surakarta Buka SPMB Flash Sale Penuhi Sisa Kuota Sekolah Negeri
- 03 Jul 2026 19:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Dinas Pendidikan Kota Surakarta membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) susulan bertajuk "SPMB Flash Sale" pada Jumat, 3 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil guna mengisi kekosongan sisa kuota kursi yang belum terpenuhi secara merata di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, mengungkapkan tingkat keterisian kursi untuk jenjang SD negeri tahun ini mengalami penurunan drastis. Dari total daya tampung sebanyak 5.019 kursi yang disediakan, jumlah pendaftar tercatat hanya berada di angka 3.927 anak, dan yang telah resmi diterima berjumlah 3.857 siswa.
Sementara itu, untuk jenjang SMP negeri, total daya tampung yang disiapkan mencapai 6.377 kursi dengan jumlah pendaftar membeludak hingga 6.797 peserta.
Meski pendaftar melebihi kuota secara keseluruhan, namun pilihan sekolah tidak merata sehingga baru 6.065 siswa yang diterima dan menyisakan ratusan kursi kosong di beberapa titik seperti SMPN 20, 21, 26, 12, dan 14.
"Nek bahasaku SPMB Flash Sale ya, siapa cepat dapat. Itu yang kita buka hanya sekolah yang memang kurang kuotanya. Sisa dari kuota yang kemarin sudah diperebutkan dari jalur afirmasi, prestasi, domisili, mutasi, ini tak buka," ujar Dwi saat dikonfirmasi, Jumat, 3 Juli 2026.
Sistem pendaftaran susulan ini resmi mengabaikan mekanisme pembatasan zonasi maupun prioritas prestasi akademik yang sebelumnya mengikat.
Pendaftaran daring ini dibuka secara khusus mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB bagi ratusan calon siswa yang belum mendapatkan sekolah negeri sama sekali akibat kalah persaingan.
Bagi calon siswa yang ingin mendaftar, dapat mengikuti langkah-langkah mudah sebagai berikut: 1. Login sebagai Murid; 2. Klik Tambah Pilihan Rekomendasi; 3. Pilih sekolah; 4. Konfirmasi OK.
"Posisi saat ini anak luar kota boleh sekolah di negeri, di Solo itu boleh. Kemarin kan saya harus memprioritaskan yang anak dalam kota. Kalau sekarang, mereka yang sudah mendaftar belum diterima, itu diberikan kesempatan, silakan masuk," kata Dwi menambahkan.
Sebagai langkah evaluasi jangka panjang, Dinas Pendidikan Kota Surakarta juga akan mengkaji fenomena penurunan tajam jumlah siswa SD ini. Apabila hal ini dipengaruhi oleh penurunan angka kelahiran di Surakarta, pihak dinas siap melakukan regrouping atau penyusutan jumlah kelas demi menjaga efisiensi pembelajaran. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....