Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027

  • 02 Jul 2026 20:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo yang berlokasi di Gadingan Kelurahan Jombor Bendosari saat ini mencapai 90 persen.

Menurutnya Sekolah Rakyat yang merupakan program dari pemerintah pusat itu memiliki fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari dari ruang kelas SD, SMP, dan SMA, Gedung serba guna, tempat ibadah, hingga asrama.

Bahkan fasilitas Sekolah Rakyat yang telah dibangun secara permanen dinyatakan siap untuk menerima peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

"Ya, alhamdulillah sudah 90% lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10%. Itu artinya pembukaan bulan 14 Juli, masa penerimaan sudah bisa dilakukan sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan," ujar Menko Muhaimin, Kamis 02 Juli 2026.

Kepada wartawan Menko PM Muhaimin Iskandar juga memastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026.

Terkait fasilitas Menko Muhaimin Iskandar juga menilai jika kondisi bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat Sukoharjo sudah sangat baik dan layak digunakan.

Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri para siswa, khususnya anak-anak dari keluarga Desil 1 yang menjadi prioritas penerima manfaat program tersebut.

"Sangat bagus, sangat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari desil satu, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin," katanya.

Menko juga menyampaikan agar perawatan sekolah rakyat harus disinergikan antara Kemensos dengan Pemkab Sukoharjo.

Sementara itu Wamensos Agus Jabo Priyono menambahkan, sistem pengajaran di Sekolah Rakyat akan menerapkan draf kurikulum dengan pendekatan multi entry dan multi exit, yang dikerjasamakan secara terpadu dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Skema kurikulum tersebut dinilai sangat fleksibel dalam mengakomodasi berbagai latar belakang serta tingkat kemampuan kompetensi siswa,” ujar Wamensos.

Mengenai pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, pihak kementerian memberikan prioritas penuh kepada guru yang berasal dari daerah setempat tempat sekolah didirikan.

“Untuk fasilitas di sekolah rakyat di Sukoharjo, seluruh guru pengajar akan disiapkan dari wilayah Kabupaten Sukoharjo sendiri dan wajib tinggal di asrama,” katanya.

Secara teknis, kompleks pembangunan Sekolah rakyat permanen di Sukoharjo ini menempati area lahan dengan luas mencapai 52.205 meter persegi, serta total luas bangunan fisik sebesar 29.693 meter persegi.

Dengan daya tampung sebanyak 1.080 orang siswa yang terbagi ke dalam 30 rombongan belajar (rombel). (Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....