Stok Berlebih, Petani dan Pedagang Boyolali Jual Sembako Murah di Karanganyar
- 30 Jun 2026 21:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Kelompok pedagang dan petani sekaligus suplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Boyolali menggelar aksi obral harga kebutuhan pokok jauh di bawah pasaran di jalur lambat samping Kantor Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Karanganyar pada Selasa 30 Juni 2026 sore.
Langkah tak tanggung-tanggung ini memicu serbuan ratusan warga, mayoritas emak-emak, yang rela mengantre membawa tas belanja besar demi memborong telur, sayuran, buah, beras, jeroan ayam, hingga minyak goreng kemasan.
Koordinator aksi, Ratih, mengatakan aksi obral murah ini digelar karena melimpahnya hasil panen dan produksi peternakan di Boyolali sehingga membuat harga sejumlah komoditas pangan di tingkat produsen tertekan. Pihaknya sengaja berkeliling ke sejumlah daerah seperti Boyolali, Solo, hingga Karanganyar agar hasil panen dari kawasan sentra hortikultura Cepogo dapat terserap masyarakat daripada ditimbun atau rusak di gudang akibat program MBG yang berhenti beroperasi sementara karena libur sekolah.
"Produksinya memang sedang banyak dan stok di gudang masih melimpah. Daripada busuk atau terbuang, lebih baik kami jual murah supaya bisa terserap masyarakat. Faktor pertama karena petani panennya banyak, dan kedua, bos kami memang ingin berbagi rezeki. Untuk telur saja kami bawa lebih dari dua ton. Kami keliling dari Boyolali, Solo, dan sekarang di Karanganyar agar penyerapan hasil panen ini merata," kata Ratih.
Tingginya selisih harga di bazar tersebut langsung dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga mereka dengan biaya yang sangat miring. Salah satu pembeli warga Jungke, Sih Wiyatun, mengaku datang untuk membeli paket sayuran seharga sepuluh ribu rupiah, semangka ukuran tiga setengah kilogram seharga lima belas ribu rupiah, serta dua kilogram telur ayam tebus murah seharga tiga puluh lima ribu rupiah.
“Saya beli brokoli, sayur, mi instan, dan semangka. Untuk telurnya sendiri beli dua kilogram hanya tiga puluh lima ribu rupiah. Ini murah sekali,” katanya.
Selain kelompok ibu rumah tangga, keberadaan pasar murah ini juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kuliner mikro di sekitar wilayah Karanganyar Kota dalam menekan biaya produksi harian. Pedagang mi ayam, Yati, mengungkapkan dirinya sengaja datang membeli bahan baku tambahan berupa ceker ayam, kepala, dan ati ampela karena harganya yang sangat murah meskipun ia harus melewatkan komoditas beras dan minyak goreng karena sudah terlanjur habis diserbu pembeli lain.
“Saya beli ceker, kepala, dan ati ampela. Inginnya juga beli beras dan minyak tapi tidak kebagian karena sudah habis. Keberadaan bazar ini lumayan banget untuk jualan mi ayam, kalau bisa sering-sering diadakan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....