SMPN 24 dan SMPN 25 Disiapkan Jadi Sekolah Percontohan di Solo
- 27 Jun 2026 14:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 sebagai sekolah percontohan dalam transformasi pendidikan negeri di Kota Solo. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, seusai peletakan batu pertama pembangunan gereja di kawasan penataan eks Hak Pakai (HP) 00001, Jalan Sungai Serang, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Jumat 19 Juni 2026.
Respati mengatakan pemilihan SMPN 24 dan SMPN 25 didasarkan pada letak kedua sekolah yang strategis di tengah kota. Namun, selama ini kedua sekolah tersebut belum menjadi pilihan utama masyarakat.
"SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 memiliki lokasi yang strategis di tengah kota. Namun sebelumnya, kedua sekolah tersebut juga termasuk sekolah yang belum banyak diminati. Karena itu, saya ingin menghadirkan transformasi pendidikan yang benar-benar nyata," kata Respati.
Menurutnya, pengembangan Kelas Program Khusus merupakan upaya Pemkot Solo untuk membuktikan bahwa sekolah negeri mampu menghadirkan pendidikan berkualitas internasional tanpa membebani masyarakat dengan biaya tinggi.
"Saya ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang terjangkau sekaligus berkualitas dapat diwujudkan melalui SMP Kelas Program Khusus ini," katanya.
Respati memastikan program tersebut tidak bersifat sementara, tetapi akan dikembangkan secara berkelanjutan. Pada tahap awal, program diterapkan melalui kelas khusus di SMPN 24 dan SMPN 25.
"Program ini akan terus berlanjut. Untuk sementara dilaksanakan dalam bentuk kelas khusus di dua SMP negeri tersebut. Setelah angkatan di atasnya selesai, sekolah ini akan dikembangkan menjadi sekolah dengan program khusus secara menyeluruh," ujarnya.
Respati menjelaskan kedua sekolah tersebut juga dipersiapkan sebagai role model bagi SMP negeri lainnya di Kota Solo. Metode pembelajaran yang terbukti efektif nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah lain.
"Dua SMP unggulan yang saat ini kita kembangkan di Kota Solo diharapkan menjadi sekolah percontohan, sehingga kelak metode pembelajarannya dapat diterapkan secara bertahap di SMP lainnya," ucapnya menjelaskan.
Pengembangan program tersebut meliputi penguatan kemampuan akademik, pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kesamaptaan, pola asuh, serta keterlibatan orang tua. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan di dalam maupun luar negeri.
Untuk mematangkan program, Pemkot Solo telah menjalin komunikasi dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, SMA Taruna Nusantara, dan SMA Garuda Transformasi. Pemkot berharap peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dirasakan oleh siswa di SMPN 24 dan SMPN 25, tetapi juga menjangkau sekolah negeri lainnya di Kota Solo. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....