Disabilitas Tuli Harap Perusahaan Lebih Inklusif dalam Rekrutmen Kerja

  • 26 Jun 2026 19:05 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Solo Career Expo yang digelar di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta tidak hanya diikuti pencari kerja umum, tetapi juga penyandang disabilitas. Salah satu pencari kerja disabilitas tuli, Cahyo Setyono, berharap perusahaan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk bekerja.

Cahyo Setyono, warga Karanganyar, mengaku mengikuti Solo Career Expo untuk mencari peluang kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, masih sedikit perusahaan yang membuka lowongan khusus bagi penyandang disabilitas tuli, terutama bagi lulusan perguruan tinggi.

“Saya tadi sudah mendaftar, tapi untuk tuli itu hanya sedikit yang dibutuhkan. Kebanyakan yang dibutuhkan bukan jenjang S1. Kalau untuk yang S1 itu hanya sedikit, tapi saya sudah mencoba daftar,” kata Cahyo melalui juru bahasa isyarat, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan akses bagi penyandang disabilitas tuli dalam dunia kerja masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah keterbatasan akses komunikasi saat proses rekrutmen.

“Teman-teman tuli belum terfasilitasi. Sebagian besar lowongan itu tidak bisa untuk teman-teman tuli yang S1,” ujarnya.

Cahyo mengaku sebelumnya telah beberapa kali melamar pekerjaan, baik secara langsung maupun melalui platform daring. Menurutnya, sebagian besar lowongan bagi penyandang disabilitas lebih banyak ditujukan untuk lulusan SMA atau SMK.

Selain keterbatasan lowongan, kendala komunikasi saat proses wawancara kerja juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak perusahaan belum menyediakan juru bahasa isyarat sehingga proses seleksi menjadi tidak optimal.

“Kendala atau hambatan itu adalah kami terkendala komunikasi. Kebanyakan perusahaan itu kalau mau menerima teman-teman tuli tidak ada juru bahasa isyaratnya, jadi mereka tidak bisa menerima teman-teman tuli,” katanya.

Cahyo berharap perusahaan dapat lebih terbuka dan sabar dalam memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas. Menurutnya, penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan untuk berkarya apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang memadai.

“Kalau harapan saya itu pada perusahaan, mohonlah untuk memberi kesempatan pada anak-anak kami yang disabilitas karena mereka juga sebenarnya bisa berkarya,” ucapnya.

Ia menambahkan penyandang disabilitas hanya membutuhkan waktu penyesuaian dan pelatihan agar dapat bekerja setara dengan pekerja lainnya. Dengan lingkungan kerja yang inklusif, penyandang disabilitas diyakini mampu menunjukkan kinerja yang tidak kalah dengan pekerja pada umumnya. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....