Dandim 0726/Sukoharjo Resmikan Jembatan Garuda di Desa Tambakboyo-Majasto

  • 24 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo – Jembatan Garuda yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo yang menghubungkan desa Tambakboyo dan Majasto dan Desa Tangkisan Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo resmi dibuka.

Seremonial peresmian Jembatan Garuda yang dibangun selama 40 hari itu dipusatkan di desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Rabu 24 Juni 2026, dilakukan Komandan Kodim (Dandim) 0726/Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra, unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Tawangsari, Pemerintah Desa Tambakboyo, serta puluhan warga setempat.

Selepas diresmikan, sejumlah warga melewati jembatan gantung sepanjang 120 meter lebar 1,40 Cm, untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo, dengan naik sepeda ontel dan sepeda motor.

Dandim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf. Reza Sahputra, menyampaikan ada tiga Jembatan Garuda yang segera dibangun di lokasi lainnya, yakni Tambakboyo-Majasto, Kedungjambal di Tawangsari, serta satu lokasi lain di Desa Tepisari di Polokarto.

“Jembatan Garuda ini program strategis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat, Jembatan Garuda bakal dibangun di lokasi lain,” kata Dandim.

Dengan dibukanya Jembatan Garuda, kini warga di tiga desa di wilayah Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo tidak lagi harus memutar sejauh enam kilometer untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo

Berfoto bersama

“Sebelum dibangun jembatan, warga Desa Majasto harus memutar sejauh enam hingga tujuh kilometer. Sekarang, sudah ada jembatan yang bisa dilewati untuk menyeberangi sungai,” kata Lilik seorang warga Desa Tambakboyo.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengatakan pembangunan Jembatan Garuda bermanfaat bagi warga tiga desa di Tawangsari.

“Selain mempercepat mobilitas masyarakat, Jembatan Garuda juga memperlancar distribusi barang dan jasa yang menggerakkan roda perekonomian desa,” katanya.

Diapun berharap Jembatan Garuda bisa dimanfaatkan selamanya oleh warga setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Jembatan ini hanya bisa dilewati pejalan kaki, pengayuh sepeda, dan pengendara motor. Masyarakat tak perlu lagi memutar sehingga lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Kepala Desa Tambakboyo, Samsul Arifin mengatakan proyek pembangunan Jembatan Garuda dikerjakan selama kurang lebih 40 hari.

Menurutnya, keberadaan jembatan memiliki nilai strategis dan ekonomis karena mampu meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.

“Mewakili pemerintah desa dan warga Tambakboyo, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Jembatan ini memperkuat konektivitas antarwilayah di Tawangsari,” kata dia. (Edwi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....