Bentuk Komite Milkoi, KPU Karanganyar Edukasi Praktik Pemilu di Sekolah

  • 18 Jun 2026 19:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mulai menggencarkan program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang membidik kalangan pelajar di tingkat sekolah menengah atas. Langkah taktis tersebut diintegrasikan melalui agenda reorganisasi komite pemilihan ketua OSIS guna memberikan pemahaman langsung mengenai tata cara pencoblosan.

Ketua KPU Karanganyar, Daryono, mengatakan, KPU Karanganyar siap menerjunkan tim khusus untuk mengawal jalannya pergantian pengurus organisasi siswa tersebut. Pendampingan teknis ini akan menyasar seluruh lembaga pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, hingga MA di wilayah Bumi Intanpari.

“Jadi KPU Karanganyar ini menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula dan juga sekaligus melaksanakan kegiatan reorganisasi Milko. Melalui kegiatan ini pembentukan komite Milko atau reorganisasi Milko ini nanti KPU Karanganyar akan melakukan pendampingan proses pemilihan ketua OSIS di masing-masing sekolah di SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Karanganyar,” kata Ketua KPU Karanganyar Daryono kepada RRI, Kamis 18 Juni 2026.

Keterlibatan aktif para siswa dalam komite pemilihan ini sengaja didesain untuk mereplikasi atmosfer pemungutan suara pada pemilu maupun pilkada yang sesungguhnya. Metode simulasi langsung tersebut dinilai jauh lebih efektif untuk mentransfer pengetahuan kepemiluan dan menumbuhkan kesadaran berpolitik sejak dini.

Daryono menambahkan internalisasi nilai-nilai demokrasi melalui replika sistem pemilu ini akan membentuk mentalitas kepemimpinan di kalangan generasi muda. Pengalaman praktis dalam mengelola pemungutan suara di sekolah diharapkan dapat menghapus apatisme politik pada kelompok remaja.

“Dengan melibatkan siswa dalam komite Milkoi dan juga mengikuti proses pemilihan ketua OSIS ini, harapannya nanti para siswa itu bisa memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam menyelenggarakan pemilihan ketua OSIS yang kita desain prosesnya itu mirip pemilu dan pilkada. Sehingga ini memberikan pengetahuan mengenai praktik demokrasi,” ucap Daryono.

Melalui kemitraan strategis bersama jajaran satuan pendidikan, otoritas penyelenggara pemilu optimis angka partisipasi politik pemuda lokal akan terus meningkat. Ketua KPU menyebut, target jangka panjang dari kurikulum edukasi demokrasi ini diproyeksikan secara khusus untuk menyongsong agenda pesta demokrasi nasional.

Daryono menekankan penguatan basis edukasi di sekolah menjadi kunci utama lahirnya generasi pemilih yang rasional dan memiliki integritas tinggi. Kematangan pemikiran yang dipupuk sejak dini dipercaya mampu membentengi mereka dari pengaruh buruk politik uang.

“Harapannya para pemilih pemula yang saat ini duduk di bangku SMA ini nanti dapat menjadi pemilih cerdas. Mereka diproyeksikan bisa menggunakan hak suara dengan bijak di pemilu tahun 2029 nanti,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....