HUT ke-80 Pemkot Surakarta, Wali Kota Fokuskan Transformasi Pendidikan

  • 17 Jun 2026 18:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-80 di halaman balai kota pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Rangkaian upacara seremonial ini diikuti secara khidmat oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo.

Peringatan usia delapan dekade tahun ini mengusung tema "Berbudaya, Berdaya, dan Sejahtera" yang merepresentasikan pondasi pembangunan daerah. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang bertindak langsung sebagai pembina upacara mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjadikan momen ini sebagai ruang introspeksi alih-alih sekadar ajang bersukacita.

Dalam amanatnya, Respati menyoroti capaian kinerja pemerintah yang dinilai telah hampir paripurna di bidang kesehatan, namun masih menyisakan banyak pekerjaan rumah pada sektor pendidikan. Ia memaparkan bahwa transformasi pendidikan negeri menjadi berkualitas sekaligus terjangkau merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda pelaksanaannya.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, secara terbuka mengungkapkan keprihatinannya atas beban biaya pendidikan yang masih tinggi dan menjadi penyumbang inflasi daerah.

"Saya banyak mendengarkan keluh kesah bahkan dari internal pemerintah kota sebelum ke warga masyarakat. Dengan penghasilan yang jauh dari kata cukup masih dibebani biaya pendidikan yang sangat mahal hari ini." ujarnya.


Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk memaksimalkan alokasi kekuatan fiskal daerah demi membenahi ekosistem pendidikan dari usia dini hingga tingkat menengah. Langkah krusial yang akan diambil tidak hanya berpusat pada penekanan biaya sekolah, tetapi juga peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik secara komprehensif.

Respati Ardi menegaskan investasi pemerintah di sektor pendidikan akan memberikan efek domino pada berbagai indikator keberhasilan kota.

"Ketika pendidikan negeri ini menjadi yang terbaik, saya yakin indikator yang lain. Ada kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, bisa ditekan semuanya." katanya.

Sebagai penutup, ia berharap ke depannya tidak ada lagi warga maupun pegawai pemerintah yang harus menguras tabungan kesejahteraan mereka demi membiayai pendidikan di sekolah swasta yang mahal. Kolaborasi antar OPD ditekankan agar visi Surakarta sebagai kota berdaya saing dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dapat segera terwujud. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....